Cara kelola stok gudang yang efektif meliputi lima langkah utama: memberi tanda pada setiap jenis barang, memisahkan stok lama dan baru, memisahkan barang laku dan kurang laku, melakukan pengecekan berkala, dan memanfaatkan software manajemen inventaris.
Mengelola stok barang di gudang bukan pekerjaan yang mudah. Kalau baru saja memulai bisnis skala kecil, cara mengelola stok barang bisa menjadi masalah awal yang dihadapi oleh pemilik bisnis retail. Terutama yang memiliki cukup banyak barang, pengelolaannya menjadi tantangan tersendiri.
Kerugian akibat stok yang salah kelola itu nyata, dan tidak cuma dialami perusahaan besar. Riset
IHL Group 2026 mencatat kerugian global akibat barang yang kehabisan atau justru menumpuk berlebihan mencapai 1,7 triliun dolar AS per tahun. Skalanya memang beda, tapi polanya sama persis di bisnis kecil: barang yang tidak ketemu saat dibutuhkan, atau barang yang menumpuk sampai rusak dan harus dibuang, dua-duanya bikin untung yang seharusnya didapat malah hilang begitu saja.
Sebenarnya, mengelola stok barang tidak serumit yang kamu pikirkan, asalkan tahu caranya langkahnya. Artikel ini akan membahas lebih lengkap cara mengelola stok barang yang mudah dilakukan untuk operasional bisnis yang lebih efisien, baca sampai selesai, ya!
Cara Mengelola Stok Barang di Gudang yang Tepat
Perlu kamu ketahui bahwa mengelola stok barang tidak boleh sembarangan. Perlu ketelitian sehingga kamu bisa mencatat semua stok dengan tepat, baik itu stok barang baru, lama, barang laku, atau barang yang tidak laku.
Dengan begitu, tidak ada kesalahan pencatatan yang bisa menyebabkan stok barang menjadi berlebih atau bahkan kurang. Sebagai pebisnis yang baru merintis usaha, pastinya mengetahui bagaimana cara mengelola stok barang sangat penting. Ini yang bisa kamu lakukan:
1. Beri Tanda pada Setiap Jenis Barang
Pertama, berikan tanda khusus pada setiap jenis barang yang ada di gudang. Penanda bisa berupa pita, tag, warna, kode atau sejenisnya, pastikan ada ciri khas atau perbedaan tanda untuk setiap barang.
Misalnya, barang dengan model tertentu, fitur khusus, atau kualitas yang lebih premium. Penandaan ini sangat berguna kalau kamu punya banyak jenis barang yang dijual.
Tidak cuma membantu menemukan barang lebih cepat, kamu juga jadi lebih mudah dalam melakukan pencatatan atau inventarisasi barang. Selain memberi penanda, bisa juga membuat sekat atau tempat untuk barang tertentu, misalnya untuk barang yang harganya lebih tinggi.
2. Pisahkan Stok Lama dan Baru
Cara mengelola stok barang selanjutnya adalah memisahkan stok barang lama dan baru. Ini juga tidak kalah penting karena menggabungkan stok baru dan lama akan membuat kamu kebingungan ketika mencatat inventaris, terlebih jika pencatatan masih dilakukan manual.
Jadi, memisahkan barang baru dan lama sejak awal jadi opsi terbaik. Dengan begitu, stok barang jadi lebih rapi dan terstruktur. Kamu juga jadi lebih mudah mengecek berapa jumlah stok lama yang harus lebih dulu dijual tanpa perlu menyediakan ekstra waktu hanya untuk pencatatan.
Kalau bingung metode yang paling pas buat memutuskan barang mana yang harus keluar duluan, ini sebenarnya sudah ada istilahnya sendiri di manajemen stok, baca di
Cara Menghitung Persediaan Barang Dagang dengan FIFO, LIFO, dan Average.
3. Pisahkan Stok Barang Laku dan Kurang Laku
Tidak hanya memisahkan stok barang baru dan lama, kamu juga harus mempunyai tempat khusus untuk stok barang yang laku terjual, kurang laku, dan tidak laku. Ini memudahkan kamu untuk memindahkan atau distribusi barang yang lebih banyak dicari pelanggan.
Barang yang laku sudah pasti akan lebih cepat keluar dari gudang simpan. Apabila sudah tertata dengan rapi dan terstruktur, kamu tidak akan kesulitan untuk mendapatkan barang yang banyak dibutuhkan.
Selain itu, memisahkan barang berdasarkan tingkat permintaannya juga memudahkan jika ingin menerapkan promosi bundling. Misalnya, menggabungkan produk yang kurang laku dengan produk yang banyak dicari untuk meningkatkan penjualan sekaligus mengurangi penumpukan stok di gudang.
4. Cek Secara Berkala
Salah satu hal paling penting dalam mengelola stok barang di gudang adalah melakukan pengecekan secara berkala. Sebagai pemilik bisnis, kamu pasti harus disiplin dan konsisten dalam melakukan pencatatan stok.
Bukan tanpa alasan, melakukan pencatatan secara rutin membantu mengurangi risiko salah catat dan perbedaan antara barang terjual dengan barang sisa di gudang. Tidak hanya itu, pengecekan stok secara berkala juga dapat menurunkan risiko barang hilang tanpa disadari.
Proses pengecekan berkala ini sebenarnya punya nama resmi: stock opname. Kalau kamu belum pernah melakukannya secara terjadwal, ada baiknya mulai dari sekarang, caranya bisa dicek di
Stock Opname adalah: Pengertian, Manfaat, dan Cara Melakukannya dengan Tepat.
Pun, agar lebih mudah mengecek ketersediaan barang di gudang, kamu bisa mencoba membuat buku stok barang. Apa itu buku stok barang? Baca lebih lanjut di artikel
Apa itu Buku Stok Barang dan Fungsinya Bagi Usaha, ya!
5. Manfaatkan Software Manajemen Inventaris
Sebagai pelaku usaha yang baru merintis bisnis kecil, sudah pasti permasalahan terkait cara mengelola stok barang akan Sobat Folio jumpai. Kondisi seperti barang hilang, beda pencatatan, hingga sulit menemukan barang yang dicari menjadi sangat umum.
Jika tidak segera ditangani, permasalahan ini dapat mengganggu kelancaran operasional bisnis, lo! Sebab, kamu harus melakukan pengecekan berulang kali, mencari barang lebih lama, bahkan terlambat memperbarui stok. Bahkan, masalah ini bisa berujung pada kerugian bisnis.
Pasti kamu tidak mau hal ini terjadi, bukan? Nah, menggunakan software manajemen inventaris Folio POS menjadi solusi terbaik yang bisa dipertimbangkan. Melalui aplikasi kasir Folio, kamu lebih mudah memetakan serta mencatat stok barang di gudang. Baca artikel
Aplikasi Stok Barang Terbaik untuk Penjualan untuk informasi lengkapnya.
Jangan Biarkan Stok Berantakan Menggerus Untung Bisnis
Lima cara tapi sebenarnya sederhana, tapi dampaknya besar kalau dijalankan konsisten. Kuncinya bukan soal seberapa besar gudangmu, tapi seberapa rapi sistem pencatatannya.
Selain fitur manajemen stok barang, kamu juga bisa menemukan fitur lain di
Folio POS yang membuat operasional bisnis jadi lebih mudah, mulai dari pencatatan transaksi sampai laporan penjualan otomatis.
Cek dulu fitur lengkapnya, atau langsung lihat pilihan
paket dan harganya sesuai skala gudangmu.
Penasaran apa saja fiturnya?
Daftar dan coba aplikasi kasir Folio gratis, atau download langsung di
Google Play Store. Kalau masih ada pertanyaan soal fitur manajemen stoknya, tim support Folio siap bantu, tinggal
chat lewat WhatsApp dan ceritakan masalahmu.
FAQ
1. Kenapa stok barang di gudang perlu dikelola dengan rapi?
Karena stok berantakan bisa menyebabkan barang hilang saat dibutuhkan, dan barang menumpuk terlalu lama sampai rusak atau nggak laku.
2. Apa cara paling sederhana untuk mulai mengelola stok gudang?
Mulai dari memberi tanda pada setiap jenis barang dan memisahkan stok lama dari stok baru.
3. Apakah bisnis kecil juga perlu software manajemen inventaris?
Perlu, bahkan sejak skala kecil. Semakin cepat sistem pencatatan dirapikan, semakin kecil risiko selisih stok.
4. Seberapa sering pengecekan stok gudang sebaiknya dilakukan?
Idealnya dilakukan secara rutin dan terjadwal, misalnya lewat stock opname mingguan atau bulanan.