Frozen food adalah makanan yang diawetkan melalui proses pembekuan pada suhu rendah sehingga kualitas, rasa, dan daya simpannya lebih lama. Jenis makanan frozen food sangat beragam, mulai dari olahan ayam, olahan ikan, seafood, sayuran beku, makanan siap saji, hingga dessert yang tinggal dipanaskan sebelum disajikan.
Beberapa contoh frozen food yang paling populer antara lain:
- Nugget
- Sosis
- Bakso
- Dimsum
- Tempura
- Kentang goreng beku
- Sayuran beku
- Seafood beku
- Donat beku
- Bakpao
- Pempek
- Kebab
Selain praktis untuk kebutuhan rumah tangga, aneka frozen food juga menjadi salah satu peluang usaha yang terus berkembang karena permintaannya relatif stabil sepanjang tahun.
Frozen food adalah berbagai macam produk pangan yang diolah dengan cara dibekukan.
Badan Pangan Dunia (FAO) menyebutkan, proses pembekuan adalah salah satu metode pengawetan yang efektif karena mampu memperlambat aktivitas mikroorganisme serta mempertahankan kualitas pangan apabila suhu penyimpanan dijaga secara konsisten.
Mengapa Frozen Food Semakin Populer?
Beberapa tahun terakhir, permintaan makanan frozen food terus meningkat seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang mengutamakan kepraktisan. Konsumen kini tidak hanya mencari makanan yang cepat disajikan, tetapi juga produk yang tetap memiliki rasa dan kualitas baik meski disimpan dalam waktu lebih lama.
Bagi pelaku usaha, frozen food juga menawarkan beberapa keuntungan, seperti:
- Masa simpan lebih panjang dibanding makanan segar.
- Risiko makanan terbuang (food waste) lebih rendah.
- Variasi produk sangat banyak.
- Mudah dijual secara online maupun offline.
- Cocok untuk usaha rumahan hingga distributor.
Meski begitu, kualitas frozen food tetap bergantung pada penyimpanan yang benar.
USDA menyebutkan, produk beku sebaiknya disimpan pada suhu sekitar -18°C agar kualitasnya tetap terjaga dan tidak mengalami penurunan tekstur maupun rasa.
Jenis Frozen Food Paling Banyak Dicari
Banyak pelaku usaha frozen food pemula mengira semakin banyak variasi produk yang dijual, semakin besar peluang mendapatkan pembeli. Padahal dalam praktiknya, strategi tersebut justru membuat stok menumpuk dan meningkatkan risiko produk kedaluwarsa.
Sebaliknya, toko frozen food bisa memulai usaha dengan memilih beberapa produk yang perputarannya paling cepat, seperti nugget, sosis, bakso, dimsum, dan kentang goreng. Setelah permintaan mulai stabil dan pelanggan bertambah, variasi produk bisa diperluas secara bertahap.
Ini artinya, daripada memilih produk secara acak, akan lebih mudah jika mengenali jenis frozen food berdasarkan kategorinya. Cara ini membantu kamu menentukan produk yang sesuai dengan target pasar sekaligus mempermudah pengelolaan stok.
Frozen Food Olahan Ayam
Berdasarkan pola penjualan di beberapa toko frozen food, produk olahan ayam biasanya menjadi kategori dengan perputaran stok paling cepat. Ini karena produk tersebut dapat dikonsumsi hampir semua kelompok usia dan mudah mengolahnya untuk berbagai menu harian. Contohnya:
- Nugget ayam
- Chicken karaage
- Chicken katsu
- Sosis ayam
- Ayam ungkep beku
- Sayap ayam berbumbu
- Ayam crispy siap goreng
Produk-produk ini banyak dicari oleh keluarga, mahasiswa, hingga pelaku usaha kuliner karena praktis dan memiliki perputaran stok yang cepat.
Tips bisnis: Jika baru memulai usaha frozen food, kategori ayam sering menjadi pilihan pertama karena memiliki target pasar yang luas.
Frozen Food Olahan Daging Sapi
Selain ayam, berbagai macam frozen food berbahan dasar daging sapi juga mempunyai permintaan tinggi. Beberapa contohnya yaitu:
- Bakso
- Sosis sapi
- Beef patty
- Beef slice
- Kornet beku
- Tahu bakso
- Meatball premium
Produk ini banyak dipilih untuk diolah menjadi menu rumahan, BBQ, hingga kebutuhan restoran.
Frozen Food Olahan Ikan
Olahan ikan menjadi alternatif bagi konsumen yang menginginkan sumber protein selain ayam maupun sapi. Jenis yang cukup populer antara lain:
- Fish roll
- Fish ball
- Otak-otak
- Pempek
- Tempura ikan
- Chikuwa
- Kamaboko
Produk berbahan dasar surimi seperti fish roll dan fish ball juga sering digunakan untuk menu suki maupun steamboat.
Frozen Seafood
Aneka frozen food jenis seafood beku menjadi pilihan praktis bagi konsumen yang ingin memasak makanan laut tanpa harus membersihkan bahan dari awal. Produk ini juga memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding produk olahan ayam. Beberapa contohnya yaitu:
- Udang kupas
- Cumi
- Kerang
- Fillet ikan
- Crab stick
- Lobster beku
- Scallop
Karena termasuk produk bernilai tinggi, penting menjaga rantai pendingin (cold chain) selama proses penyimpanan dan distribusi agar kualitas tetap terjaga.
Frozen Vegetables
Tidak semua frozen food merupakan makanan olahan. Sayuran beku juga menjadi salah satu produk yang semakin diminati karena lebih praktis dan minim persiapan.
Meski volume penjualannya biasanya tidak sebesar nugget atau sosis, frozen vegetables sering dibeli bersamaan dengan produk lain. Hal ini membuat kategori ini cukup efektif sebagai produk pelengkap (cross-selling) untuk meningkatkan nilai transaksi pelanggan.
Contohnya meliputi:
- Mixed vegetables
- Brokoli
- Jagung manis
- Wortel
- Edamame
- Bayam
- Buncis
Sayuran biasanya telah melalui proses blanching sebelum dibekukan, sehingga siap digunakan untuk berbagai masakan.
Frozen Food Siap Masak (Ready to Cook)
Macam-macam frozen food yang masuk dalam kategori ready to cook memudahkan konsumen menyiapkan makanan dalam waktu singkat tanpa harus membuat adonan atau bumbu dari awal. Beberapa contohnya antara lain:
- Dimsum
- Siomay
- Risol mayo
- Cilok
- Cimol
- Kentang goreng
- Bakpao
- Suki
- Steamboat
- Tahu bakso
Jenis frozen food ini sangat diminati karena cocok dijadikan camilan maupun lauk pendamping.
Frozen Food Siap Santap (Ready to Eat)
Berbeda dengan ready to cook, aneka frozen food ready to eat hanya membutuhkan proses pemanasan sebelum dikonsumsi. Misalnya:
- Nasi goreng beku
- Pasta beku
- Pizza beku
- Lasagna
- Kebab
- Rice bowl frozen
Kategori ini terus berkembang karena semakin banyak konsumen yang membutuhkan makanan praktis tanpa harus memasak.
Frozen Dessert
Selain makanan utama, dessert juga menjadi salah satu frozen food yang berkembang pesat. Beberapa contohnya yaitu:
- Donat beku
- Croissant beku
- Puff pastry
- Churros
- Mochi ice cream
- Es krim
- Waffle beku
Frozen dessert cukup potensial dijual karena memiliki margin yang relatif tinggi dibanding beberapa kategori makanan lainnya.
Bagaimana Memilih Frozen Food Berkualitas?
Berdasarkan panduan
Cek KLIK BPOM RI, jika ingin mengonsumsi maupun membuka usaha frozen food, pastikan memilih produk berkualitas dengan memperhatikan beberapa hal berikut:
- Kemasan masih rapat dan tidak rusak. Cek artikel Tips Packing Frozen Food agar produk tahan lama.
- Tidak terdapat kristal es berlebihan di dalam kemasan.
- Tanggal kedaluwarsa masih panjang.
- Produk tetap beku saat dibeli.
- Memiliki izin edar dan informasi label yang jelas.
- Disimpan pada suhu freezer yang sesuai.
Hindari membekukan kembali produk yang sudah benar-benar mencair karena dapat meningkatkan risiko pertumbuhan mikroorganisme dan menurunkan kualitas makanan.
Tips Memulai Bisnis Frozen Food
Jika tujuanmu adalah usaha frozen food, tidak perlu langsung menyediakan puluhan jenis produk. Kamu bisa memulai dengan beberapa produk yang memiliki permintaan tinggi seperti nugget, sosis, bakso, dimsum, dan kentang goreng beku. Panduannya bisa kamu baca di artikel
Cara Memulai Bisnis Frozen Food biar Nggak Salah Langkah.
Dengan begitu, kamu bisa menjaga perputaran stok tetap sehat sekaligus mengurangi risiko produk kedaluwarsa. Selain memilih produk yang tepat, berikut beberapa tips bisnis frozen food untuk pemula yang bisa kamu perhatikan:
- Tentukan target pasar.
- Pilih supplier terpercaya.
- Gunakan freezer dengan suhu stabil.
- Terapkan sistem FIFO (first in, first out) dalam manajemen stok
- Catat stok dan tanggal kedaluwarsa secara rutin.
- Pantau produk mana yang paling cepat terjual agar pembelian berikutnya lebih efisien.
Tidak cuma mengetahui macam-macam frozen food yang ingin dijual, pastikan kamu juga sudah
menghitung modal usaha frozen food agar pengeluaran lebih terencana.
Kelola Bisnis Frozen Food Lebih Mudah
Semakin banyak jenis frozen food yang dijual, semakin kompleks pula pengelolaan stok, satuan produk, hingga masa kedaluwarsanya. Tanpa sistem yang rapi, risiko kehabisan stok atau produk kedaluwarsa akan semakin besar.
Karena itu,
Folio POS menjadi rekomendasi
aplikasi kasir untuk usaha frozen food dengan berbagai fitur unggulan, seperti:
- Konversi satuan bertingkat (karton, pack, hingga pcs).
- Bundling produk untuk meningkatkan nilai transaksi.
- Pencatatan stok berdasarkan tanggal kedaluwarsa.
- Promo dan diskon sesuai periode tertentu.
- Pencatatan pembelian dari supplier.
- Stock opname agar jumlah stok selalu akurat.
- Laporan penjualan untuk mengetahui produk frozen food yang paling laris.
Yuk,
daftar sekarang dan coba gratis semua fitur aplikasi kasir Folio! Kalau kamu punya pertanyaan tentang aplikasi kasir atau fitur Folio yang cocok untuk bisnismu, jangan ragu untuk
kontak tim support Folio, ya!
FAQ
1. Apa itu frozen food?
Frozen food adalah makanan yang diawetkan melalui proses pembekuan pada suhu rendah agar lebih tahan lama tanpa mengurangi kualitas secara signifikan.
2. Makanan frozen food apa saja?
Contohnya antara lain nugget, sosis, bakso, dimsum, tempura, fish roll, seafood beku, sayuran beku, kentang goreng, kebab, hingga dessert seperti donat dan croissant beku.
3. Apa jenis frozen food paling laris untuk jualan?
Produk dengan permintaan tinggi umumnya meliputi nugget, sosis, bakso, dimsum, kentang goreng, tempura, dan berbagai olahan ayam karena memiliki target pasar yang luas.
4. Berapa lama frozen food bisa disimpan?
Lama penyimpanan bergantung pada jenis produk, umumnya hingga 6 bulan atau sesuai petunjuk pada kemasan.