Connection timed out after 100 milliseconds
Contoh kartu stok barang digunakan untuk mencatat dan memantau persediaan secara rapi, baik secara manual maupun digital. Kartu stok barang manual biasanya dibuat menggunakan Excel atau Word, sedangkan kartu stok barang digital dikelola melalui aplikasi stok barang otomatis dan real-time. Untuk pengelolaan yang lebih praktis dan minim kesalahan, aplikasi kasir Folio menyediakan fitur kartu stok barang digital yang terintegrasi langsung dengan transaksi.
Contoh kartu stok barang sering dianggap hal kecil yang bisa dikerjakan nanti. Padahal, banyak masalah bisnis justru berawal dari stok yang tidak tercatat rapi: barang tiba-tiba habis, data tidak sesuai, atau uang modal tersangkut di stok mati tanpa disadari.
Kalau kamu pernah tanya, “Kok stok di catatan masih ada, tapi barangnya habis?” atau “Kenapa belanja barang terus tapi stok nggak kelihatan nambah?”, besar kemungkinan masalahnya ada di pengelolaan kartu stok barang.
Di artikel ini, kita akan membahas tentang kartu stok barang secara mendetail, mulai dari pengertian, cara penggunaan yang benar, contoh kartu stok barang manual, hingga kartu stok barang digital yang praktis menggunakan aplikasi stok barang. Yuk, simak!
Sederhananya, kartu stok barang adalah catatan yang digunakan untuk memantau jumlah persediaan barang di toko atau gudang. Lewat kartu ini, kamu bisa tahu kapan barang masuk, keluar, dan berapa stok yang tersisa saat ini.
Kartu stok barang bisa dibuat dengan berbagai cara. Ada yang masih menggunakan metode manual seperti kertas, Microsoft Excel, atau Microsoft Word. Ada juga yang sudah beralih ke kartu stok barang digital lewat aplikasi stok barang agar pencatatan lebih cepat, akurat, dan tidak ribet.
Punya kartu stok barang saja tidak cukup kalau cara pakainya kurang tepat. Supaya pencatatan benar-benar membantu bisnis, berikut ini beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan:
Setiap produk sebaiknya punya kartu stok barang sendiri. Jangan dicampur, karena ini bisa bikin pencatatan jadi berantakan. Dengan kartu terpisah, kamu bisa langsung tahu barang mana yang cepat habis dan mana yang jarang bergerak. Selain itu, proses pengecekan stok juga jadi jauh lebih cepat.
Agar tidak terjadi salah catat, sebaiknya hanya satu atau dua pegawai yang bertanggung jawab mengelola kartu stok barang. Kalau terlalu banyak orang ikut mencatat, risiko data ganda atau tidak sinkron jadi lebih besar. Penanggung jawab khusus juga memudahkan evaluasi jika suatu saat ada selisih stok.
Begitu ada barang masuk atau keluar, langsung catat. Jangan ditunda dengan alasan sibuk, karena penundaan kecil bisa bikin data stok jadi kacau. Kebiasaan mencatat secara real-time akan membantu menjaga akurasi dan menghindari kejutan stok kosong di akhir bulan.
Meski sudah rajin mencatat, pengecekan stok fisik tetap wajib dilakukan. Idealnya, lakukan pengecekan mingguan atau bulanan untuk memastikan data di kartu stok barang sesuai dengan kondisi di gudang. Kalau ada selisih, kamu bisa langsung mencari penyebabnya sebelum masalah makin besar.
Kartu stok barang manual masih banyak digunakan, terutama oleh usaha kecil atau bisnis yang baru berjalan. Cara ini memang simpel dan minim biaya, tapi tetap perlu ketelitian ekstra.
Microsoft Excel cukup populer karena mudah diatur dan punya fitur hitung otomatis. Kamu bisa membuat tabel sederhana berisi kolom tanggal, keterangan, barang masuk, barang keluar, sisa stok, dan penanggung jawab. Kartu stok barang manual di Excel cocok untuk bisnis kecil baru yang ingin pencatatan rapi.

Selain Excel, Microsoft Word juga bisa digunakan untuk membuat kartu stok barang. Formatnya hampir sama, hanya saja semua perhitungan dilakukan secara manual. Metode ini biasanya dipilih oleh usaha kecil dengan jumlah stok terbatas, karena Word kurang ideal untuk mengelola data yang banyak atau kompleks.
Contoh Kartu Stok Barang Menggunakan Microsoft Word
Ada juga bisnis yang masih mengandalkan kartu stok barang cetak dan ditulis tangan. Cara ini memang paling hemat, tapi risikonya cukup besar. Mulai dari kartu hilang, tulisan sulit dibaca, sampai proses pencarian data yang memakan waktu lama.
Seiring berkembangnya bisnis, metode manual jadi terasa merepotkan. Di sinilah kartu stok barang digital jadi solusi lebih praktis. Dengan aplikasi stok barang, pencatatan dilakukan otomatis dan real-time setiap kali terjadi transaksi.
Kartu stok barang digital biasanya sudah terhubung langsung dengan sistem kasir. Jadi, saat ada penjualan, stok langsung berkurang tanpa perlu dicatat manual. Lebih cepat, lebih rapi, dan minim kesalahan.
Format yang digunakan tergantung dari masing – masing aplikasi ya.

Contoh Kartu Stok Barang Digital Memakai Aplikasi stok barang
Baik kartu stok barang manual maupun digital, masing-masing punya kelebihan. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan skala bisnis.
Microsoft Excel
Microsoft Word atau Tulis Tangan
Sementara itu, menggunakan aplikasi stok barang memberi banyak keuntungan, seperti:
Meski membantu, setiap metode pencatatan menggunakan kartu stok barang tetap punya kekurangan yang perlu dipertimbangkan.
Namun, untuk bisnis yang sedang berkembang, efisiensi dengan menggunakan kartu stok barang digital biasanya jauh lebih terasa dibandingkan kekurangannya.
Setelah melihat contoh kartu stok barang, langkah selanjutnya adalah belajar untuk mengisi kartu stok barang. Dengan mengisi kartu stok barang secara teratur, kamu bisa melihat dengan jelas berapa jumlah persediaan barang yang ada di toko. Langkahnya bisa kamu baca di artikel: Cara Mengisi Kartu Stok Barang Untuk Kelancaran Bisnis.