Produk Kedaluwarsa Bisa Terlihat dari Barcode? Ini Rahasianya!

27 Februari 2026
begini-cara-cek-expired-date-lewat-barcode-yang-tepat
Cara cek expired date dari barcode dapat dilakukan dengan memindai kode menggunakan smartphone atau scanner khusus. Barcode 2D seperti QR code dapat menyimpan informasi detail termasuk tanggal kedaluwarsa, sementara barcode biasa perlu dicek melalui database atau sistem inventory. Metode ini membantu pelaku bisnis mengelola stok lebih akurat, mencegah kerugian akibat produk kadaluarsa, dan meningkatkan efisiensi operasional.

Cara cek expired date lewat barcode sekarang jadi solusi praktis, apalagi kalau kamu mengelola banyak produk dengan masa simpan terbatas. Nggak cuma lebih cepat, cara ini juga bisa mengurangi kesalahan yang sering terjadi saat pengecekan manual.

Menariknya, barcode saat ini bukan cuma soal harga atau kode barang. Dengan teknologi yang lebih berkembang, barcode bisa jadi “kunci” untuk membuka berbagai informasi penting, termasuk tanggal kedaluwarsa. Tinggal tahu cara bacanya, kamu bisa langsung dapat datanya dalam hitungan detik.

Cara Mudah Cek Expired Date dari Barcode

Di tengah aktivitas bisnis yang serba cepat, mengecek satu per satu label kemasan jelas bukan cara yang efisien. Barcode hadir sebagai solusi yang lebih praktis, tapi tetap butuh pemahaman yang tepat supaya hasilnya akurat.

Nah, supaya nggak salah langkah, berikut cara cek expired date dari barcode yang bisa kamu terapkan:

1. Kenali Jenis Barcode pada Produk

Nggak semua barcode punya fungsi yang sama, dan ini sering kali jadi kesalahan banyak orang. Ada yang berharap semua barcode bisa langsung menunjukkan expired date, padahal kenyataannya tidak begitu. Secara umum, ada dua jenis barcode:
  • Barcode linear (EAN/UPC): biasanya hanya menyimpan kode produk yang terhubung ke database
  • Barcode 2D (QR code/Data Matrix): bisa menyimpan informasi lebih lengkap, termasuk batch dan expired date
Kalau kamu menemukan barcode berbentuk kotak (bukan garis), itu biasanya lebih “informatif”. Artinya, peluang untuk langsung melihat tanggal kedaluwarsa dari hasil scan akan lebih besar.

2. Gunakan Aplikasi atau Scanner yang Tepat

Setelah tahu jenis barcode, langkah berikutnya adalah memilih alat untuk membacanya. Kabar baiknya, kamu nggak butuh alat mahal untuk memulai. Ini beberapa opsi yang bisa kamu gunakan:
  • Kamera bawaan smartphone (sudah support scan di banyak device)
  • Aplikasi scanner tambahan untuk hasil lebih detail
  • Scanner profesional (untuk operasional bisnis)
Kalau kamu menjalankan usaha, sebaiknya gunakan scanner yang terhubung ke sistem kasir atau inventory. Jadi, setiap scan bukan cuma menampilkan data, tapi juga langsung tercatat dalam sistem.

3. Pindai Barcode dengan Benar

Kelihatannya simpel, tapi cara scan juga berpengaruh ke hasil yang kamu dapatkan. Kalau posisi atau jaraknya salah, barcode bisa gagal terbaca. Beberapa tips saat scanning:
  • Jaga jarak sekitar 10–15 cm
  • Pastikan pencahayaan cukup
  • Hindari barcode yang terlipat atau rusak
Kalau berhasil, biasanya informasi akan langsung muncul. Mulai dari nama produk, kode batch, hingga expired date, tergantung jenis barcode yang digunakan.

4. Cek Melalui Website atau Database Produk

Nah, ini yang sering bikin bingung. Kadang setelah scan, yang muncul cuma kode atau link, bukan informasi lengkap. Artinya, barcode tersebut terhubung ke database eksternal. Jadi kamu perlu:
  • Mengakses link hasil scan
  • Memasukkan kode produk atau batch
  • Melihat detail informasi di sistem tersebut
Cara ini umum dipakai oleh brand besar, terutama untuk menjaga keakuratan data dan menghindari pemalsuan produk.

5. Gunakan Sistem Inventory untuk Bisnis

Kalau kamu masih cek satu per satu secara manual, ini saatnya upgrade cara kerja. Untuk bisnis, pendekatan paling efektif adalah menggunakan sistem inventory terintegrasi. Dengan sistem ini, kamu bisa:
  • Menyimpan data expired date sejak barang masuk
  • Mendapat notifikasi otomatis saat mendekati kedaluwarsa
  • Mengatur rotasi stok dengan metode FIFO atau FEFO
  • Memantau stok tanpa harus cek fisik satu per satu
Intinya, kamu nggak cuma “cek”, tapi benar-benar mengelola stok dengan lebih strategis.

Pastikan Stok Aman dengan Folio!

Masalah stok kedaluwarsa sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa cukup besar. Mulai dari kerugian finansial sampai turunnya kepercayaan pelanggan.

Dengan memahami cara cek expired date dari barcode, kamu bisa lebih siap mengontrol kualitas produk. Bukan cuma lebih rapi, tapi juga lebih aman dari sisi operasional.

Kalau kamu ingin sistem yang lebih praktis, penggunaan teknologi seperti aplikasi kasir bisa jadi solusi terbaik. Aplikasi kasir Folio bisa jadi salah satu rekomendasi terbaiknya. Dengan Folio, kamu bisa: 
  • Melacak stok secara real-time
  • Menyimpan data expired date otomatis
  • Mendapat pengingat produk mendekati kedaluwarsa
  • Mengelola penjualan dan laporan lebih praktis
Semua jadi lebih simpel, tanpa perlu ribet cek manual. Operasional bisnis lancar, cuan pun datang. Yuk, coba gratis Folio sekarang!
Whatsapp Sales Whatsapp Support 1 Whatsapp Support 2 Telephone Office