Contoh Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan Bisnis

15 September 2026 | Admin Folio POS
Contoh Strategi Pemasaran
  • Strategi pemasaran (marketing strategy) adalah rencana jangka panjang untuk menarik perhatian calon pelanggan, membedakan produk dari kompetitor, dan mempertahankan loyalitas konsumen.
  • Contoh strategi efektif meliputi penetapan brand positioning, pemanfaatan media sosial, endorsement, program affiliate, hingga penggunaan sistem kasir digital untuk mengelola loyalitas pelanggan.
  • Langkah penyusunan strategi dimulai dari analisis SWOT, penetapan tujuan terukur, pemilihan channel, hingga evaluasi ROI secara berkala.


Setelah menentukan target pasar, langkah krusial berikutnya adalah menyusun strategi pemasaran (marketing strategy) yang tepat. Menurut Hubspot, strategi yang terstruktur berfungsi menyelaraskan seluruh aktivitas promosi dengan tujuan utama bisnis agar tidak sekadar membuang anggaran.

Strategi yang efektif tidak hanya berfokus menarik perhatian pelanggan baru, tetapi juga merawat loyalitas konsumen lama agar bisnis tumbuh secara berkelanjutan. Lantas, seperti apa bentuk strategi pemasaran yang terbukti mendongkrak omzet? Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai contoh dan langkah pembuatannya di bawah ini.

Contoh Strategi Pemasaran pada Usaha

Langsung saja, berikut ini beberapa contoh strategi pemasaran yang bisa kamu terapkan untuk meningkatkan penjualan bisnis: 

1. Menentukan Brand Positioning

Brand positioning adalah cara menentukan persepsi produk atau jasa di mata konsumen agar tampak unik dibanding kompetitor. Apakah brand ingin dikenal sebagai merek yang mewah, ramah lingkungan, atau ekonomis?

Untuk menentukan positioning:

  • Riset kebutuhan dan masalah target audiens.
  • Pahami keunggulan utama produk yang tidak dimiliki pesaing.
  • Evaluasi kekuatan dan kelemahan internal bisnis.
Positioning yang kuat secara otomatis meningkatkan brand awareness. Beberapa contoh penerapannya:

  • Nike: Brand olahraga yang memberdayakan semua atlet dari berbagai kalangan (Pesan: "Just Do It").
  • Apple: Brand teknologi premium dengan kualitas tinggi, desain elegan, dan inovasi canggih (Pesan: "Think Different").

2. Memanfaatkan Media Sosial dan Iklan Berbayar

Media sosial memungkinkan bisnis menjangkau audiens luas dan membangun hubungan secara langsung. Platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan X (Twitter) sangat ideal untuk membagikan konten interaktif.

Berdasarkan riset dari Sprout Social, platform media sosial kini mengarahkan lebih dari 60% penemuan produk baru, dan 73% konsumen menyatakan akan beralih ke kompetitor jika sebuah merek tidak responsif dalam berinteraksi di media sosial.

Selain jangkauan organik, manfaatkan iklan berbayar seperti Google Ads, Facebook Ads, Instagram Ads, serta fitur live streaming untuk mempercepat konversi.

3. Memilih Lokasi Usaha yang Strategis

Untuk bisnis offline, lokasi fisik menentukan volume penjualan. Tempat yang mudah diakses oleh target pasar utama akan mendatangkan traffic harian yang tinggi. Misalnya, membuka minimarket di kawasan perkantoran sangat potensial karena menyediakan kebutuhan harian karyawan, seperti camilan dan minuman. Artikel Ketahui Potensi dan Cara Memulai Usaha Minimarket bisa menjadi panduan buat kamu yang ingin memulai usaha ini.  

4. Melakukan Endorsement Melalui Influencer

Endorsement adalah rekomendasi dari figur publik atau influencer untuk mempromosikan produk. Rekomendasi dari sosok yang dipercaya audiens terbukti lebih persuasif daripada iklan konvensional, sehingga efektif mendongkrak brand awareness dan penjualan secara cepat.

5. Menawarkan Promo dan Diskon Strategis

Potongan harga selalu menjadi daya tarik utama bagi sebagian besar konsumen. Agar keuntungan tetap terjaga, buatlah skema promo yang terukur, seperti:

  • Diskon khusus hari raya atau tanggal kembar (flash sale).
  • Potongan harga khusus pembelian pertama.
  • Diskon batas minimal transaksi atau skema Buy 1 Get 1 Free.
  • Program penawaran cashback.

6. Mengadakan Event Marketing

Event marketing dilakukan dengan menggelar acara seperti workshop, webinar, seminar, hingga grand launching. Acara ini dapat diselenggarakan secara online maupun offline untuk membangun komunitas, memperluas jejaring bisnis, dan menciptakan pengalaman langsung bagi calon pelanggan. Langkah pelaksanaannya meliputi penetapan anggaran, penentuan target peserta, pemilihan pembicara, hingga eksekusi promosi event.

7. Membuat Program Affiliate

Program affiliate memberikan insentif atau komisi kepada pihak ketiga (affiliator) yang berhasil mengajak orang lain membeli produk melalui tautan khusus. Keunggulan strategi ini:

  • Hemat Anggaran: Komisi hanya dibayarkan ketika terjadi transaksi (pay-per-sale).
  • Kepercayaan Tinggi: Produk mendapatkan ulasan jujur yang meningkatkan rasa percaya calon pembeli.

8. Menjaga Loyalitas Pelanggan

Mempertahankan pelanggan lama jauh lebih hemat biaya daripada mencari pelanggan baru. Riset Benchmarks menunjukkan, menaikkan tingkat retensi pelanggan sebesar 5% dapat meningkatkan profit bisnis antara 25% hingga 95%. 

Selain itu, program jangkauan proaktif ke pelanggan juga terbukti meningkatkan retensi sebesar 14%. Loyalitas dapat ditingkatkan melalui sistem point reward atau penawaran khusus. Agar pengelolaannya otomatis dan tidak merepotkan, manfaatkan sistem digital terintegrasi seperti aplikasi kasir. Baca lebih lanjut di: Aplikasi Kasir yang Menyediakan Layanan Kepuasan Pelanggan

Cara Membuat Strategi Pemasaran yang Efektif

Membuat strategi pemasaran tentu harus direncanakan dengan matang. Agar eksekusi berjalan lebih terarah, kamu bisa ikuti langkah berikut ini: 

  • Analisis pasar (SWOT): Evaluasi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) bisnis kamu.
  • Tetapkan tujuan pemasaran: Gunakan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Misalnya, meningkatkan leads sebesar 20% dalam 3 bulan.
  • Tentukan target pasar: Identifikasi demografi, perilaku, dan kendala (pain points) yang dihadapi calon pembeli.
  • Pilih saluran pemasaran (marketing channel): Fokus pada saluran yang paling sering digunakan target audiens (SEO, Social Media, Email Marketing, atau Ads).
  • Rumuskan value proposition: Buat pesan unik yang membedakan produk kamu dan mudah dipahami oleh audiens.
  • Alokasikan anggaran: Tetapkan batas biaya untuk iklan, produksi konten, hingga komisi promosi.
  • Jalankan dan evaluasi: Monitor performa secara berkala menggunakan metrik utama seperti Traffic, Conversion Rate, dan Return on Investment (ROI).

Kelola Strategi Pemasaran dan Operasional Bisnis Lebih Praktis

Merancang strategi pemasaran yang hebat baru langkah awal. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kamu mengelola operasional harian, mulai dari pencatatan transaksi, pemantauan stok barang, hingga evaluasi program promosi.

Tanpa sistem yang rapi, strategi pemasaran yang sudah kamu buat bisa terhambat. Untuk itu, penggunaan teknologi operasional bisnis kini sudah menjadi kebutuhan mendasar.

Ingin fokus mengembangkan strategi pemasaran tanpa pusing memikirkan pencatatan manual? Folio POS menjadi solusi software kasir online yang bantu kamu mengelola bisnis lebih mudah, praktis, dan tentunya otomatis. 

Fiturnya lengkap, mulai dari kelola promo loyalitas, pantau retur, hingga cek laporan penjualan kapan saja. Kamu bisa daftar dan coba semua fiturnya secara gratis, atau chat tim support untuk diskusi lebih lanjut. 

FAQ

1. Apa saja jenis strategi pemasaran yang utama?

Secara umum, jenis strategi pemasaran yang paling sering digunakan bisnis meliputi digital marketing, content marketing, relationship marketing, serta direct dan referral marketing.

2. Apa perbedaan antara taktik pemasaran dan strategi pemasaran?

Strategi pemasaran adalah rencana jangka panjang yang menentukan tujuan akhir serta arah bisnis. Sementara taktik pemasaran adalah tindakan atau langkah operasional spesifik untuk mencapai strategi tersebut.

3. Mengapa strategi pemasaran sangat penting bagi bisnis?

Strategi pemasaran membantu bisnis memahami kebutuhan pasar, mengalokasikan anggaran promosi secara efisien, serta membedakan produk dari pesaing.

Whatsapp Sales Whatsapp Support 1 Whatsapp Support 2 Telephone Office