Posisi jualan saat Ramadan yang tepat adalah yang menyesuaikan dengan perubahan aktivitas konsumen, seperti area ngabuburit, sekitar masjid, perumahan, hingga platform online. Dengan memilih posisi bisnis yang strategis dan relevan dengan target market, pelaku usaha dapat meningkatkan visibilitas, menarik lebih banyak pelanggan, dan menjaga penjualan tetap optimal selama bulan puasa.
Posisi bisnis sering menjadi faktor yang diabaikan, padahal justru sangat menentukan keberhasilan penjualan, terutama saat Ramadan. Banyak pelaku usaha fokus ke produk dan promo, tapi lupa bahwa posisi jualan saat Ramadan bisa jadi penentu utama ramai atau tidaknya pelanggan.
Menariknya, Ramadan membawa perubahan besar dalam pola aktivitas masyarakat. Artinya, posisi jualan yang efektif di hari biasa belum tentu relevan saat bulan puasa. Nah, di artikel ini, kita akan bahas bagaimana menentukan posisi yang tepat supaya bisnis kamu tetap ramai, bahkan bisa lebih laris dari biasanya.
Mengapa Posisi Jualan Sangat Penting saat Ramadan
Sebelum masuk ke strategi, kamu harus memahami kenapa posisi jualan saat Ramadan punya peran yang lebih krusial dibanding bulan biasa. Ini karena selama Ramadan:
- Pola aktivitas harian berubah
- Jam ramai bergeser ke sore dan malam
- Titik keramaian berpindah lokasi
Artinya, kalau kamu tetap bertahan di “posisi lama” tanpa evaluasi, besar kemungkinan kamu kehilangan potensi pasar yang sebenarnya sangat besar.
Lalu, posisi jualan saat Ramadan yang seperti apa yang bisa membuat bisnis dapat omzet lebih besar dan lebih cuan? Ini beberapa pertimbangannya:
1. Dekat Area Ngabuburit
Salah satu posisi jualan paling potensial saat Ramadan adalah di area ngabuburit. Kenapa? Karena:
- Banyak orang mencari makanan dan minuman untuk berbuka
- Traffic tinggi terjadi menjelang maghrib
- Konsumen cenderung impulsif
Contoh lokasi strategis:
- Taman kota
- Pinggir jalan ramai
- Area pusat jajanan sementara
Kalau bisnis kamu di bidang FnB, ini bisa jadi “golden spot” yang wajib dimanfaatkan.
2. Dekat Masjid atau Tempat Ibadah
Posisi bisnis di sekitar masjid juga sangat potensial selama Ramadan. Alasannya:
- Banyak orang berkumpul untuk ibadah
- Aktivitas meningkat saat sore dan malam
- Kebutuhan konsumsi juga meningkat
Produk yang cocok:
- Makanan ringan
- Minuman segar
- Produk kebutuhan ibadah
Namun, penting untuk tetap menjaga etika dan kenyamanan lingkungan sekitar.
3. Area Perumahan: Potensi yang Sering Diremehkan
Banyak yang fokus ke keramaian, tapi lupa bahwa area perumahan juga punya potensi besar. Selama Ramadan:
- Banyak orang memilih berbuka di rumah
- Permintaan makanan siap saji meningkat
- Delivery jadi pilihan utama
Strategi yang bisa kamu lakukan:
- Jualan dari rumah (home-based business)
- Maksimalkan layanan antar
- Gunakan grup WhatsApp lingkungan
Ini cocok banget untuk UMKM yang ingin minim biaya tapi tetap maksimal hasil.
4. Posisi Online: “Lokasi” yang Tidak Terlihat tapi Kuat
Sekarang, kita masuk ke posisi yang sering dianggap bukan “posisi”, padahal justru paling penting: online. Dasarnya adalah beberapa hal berikut ini:
- Aktivitas digital meningkat
- Orang lebih sering pesan dari rumah
- Marketplace dan chat commerce naik signifikan
Beberapa channel yang wajib dimaksimalkan:
- WhatsApp Business
- Instagram & TikTok
- Marketplace
Kalau bisnis kamu belum optimal di sini, kamu bisa kehilangan banyak peluang tanpa sadar.
5. Dalam Mall atau Pusat Perbelanjaan
Mall tetap jadi salah satu titik ramai selama Ramadan, terutama menjelang Lebaran. Kelebihannya:
- Traffic tinggi
- Target market lebih luas
- Cocok untuk produk non-makanan juga
Produk yang laris biasanya:
- Fashion
- Hampers
- Produk hadiah
Tapi perlu diingat, biaya operasional juga biasanya lebih tinggi. Jadi, pastikan strategi kamu matang.
6. Mobile (Jualan Keliling atau Pop-Up)
Kalau kamu ingin fleksibel, posisi jualan mobile bisa jadi solusi. Teknik ini memiliki beberapa keunggulan:
- Bisa mengikuti keramaian
- Lebih adaptif terhadap perubahan lokasi
- Tidak terikat satu tempat
Contohnya:
- Gerobak keliling
- Booth pop-up
- Food truck
Strategi ini cocok untuk kamu yang ingin “menjemput bola” langsung ke pelanggan.
7. Menyesuaikan Posisi dengan Target Market
Ini yang sering dilupakan: posisi terbaik itu tergantung target market kamu. Contohnya:
- Anak muda → area nongkrong
- Keluarga → area perumahan
- Pekerja → dekat perkantoran
Jadi, jangan asal ikut tren. Pastikan posisi jualan kamu relevan dengan siapa yang kamu target.
8. Kombinasi Posisi: Strategi yang Lebih Maksimal
Kalau memungkinkan, jangan hanya mengandalkan satu posisi saja. Kombinasi yang bisa dicoba:
- Offline online
- Booth tetap delivery
- Area ramai pre-order
Dengan strategi ini, kamu tidak bergantung pada satu sumber traffic saja.
9. Evaluasi Posisi Secara Berkala
Posisi yang bagus di awal Ramadan belum tentu efektif sampai akhir. Makanya, penting untuk evaluasi:
- Apakah traffic sesuai ekspektasi?
- Apakah penjualan meningkat?
- Apakah lokasi masih relevan?
Kalau tidak, jangan ragu untuk pindah atau menyesuaikan strategi.
10. Faktor Pendukung Selain Posisi
Terakhir, perlu diingat bahwa posisi bisnis memang penting, tapi bukan satu-satunya faktor. Hal lain yang juga berpengaruh:
- Kualitas produk
- Harga yang kompetitif
- Pelayanan yang baik
- Kecepatan transaksi
Posisi yang bagus tanpa eksekusi yang baik tetap tidak akan maksimal.
Sudah Siap Jualan?
Menentukan posisi jualan saat Ramadan tidak hanya sekadar lokasi, tetapi juga strategi. Saat kamu bisa memilih posisi bisnis yang tepat dan menyesuaikannya dengan perilaku konsumen, peluang untuk meningkatkan omzet akan jauh lebih besar.
Agar operasional bisnis makin lancar di berbagai posisi, pastikan kamu menggunakan sistem yang tepat. Dengan
aplikasi kasir Folio, kamu bisa mencatat transaksi, mengelola stok, dan memantau laporan bisnis secara real-time dalam satu platform.
Jadi, sudah tahu posisi jualan yang bisa membuat bisnis lebih cuan? Pastikan operasional nggak berantakan, yuk
coba gratis Folio!