Buka Salon Kecantikan Modal Minim? Segini yang Harus Disiapkan!

22 Oktober 2026 | Admin Folio POS
rincian-modal-bisnis-salon-kecantikan-dan-tips-memulainya
Modal usaha salon kecantikan berkisar Rp10 juta–Rp30 juta untuk salon rumahan dengan layanan terbatas. Jika menyewa tempat dan menyiapkan salon kecil dengan dua kursi, anggaran keseluruhan bisa mencapai sekitar Rp85 juta–Rp165 juta, termasuk estimasi sewa dan dana operasional awal. Salon yang lebih besar dengan empat sampai lima kursi membutuhkan Rp130 juta–Rp280 juta atau lebih, tergantung fasilitas dan layanan. 

Membuka salon kecantikan tidak harus langsung memiliki tempat luas dan alat lengkap. Kamu bisa merintis usaha dari rumah dengan layanan terbatas, lalu menambah fasilitas setelah jumlah pelanggan meningkat.

Namun, jangan sampai seluruh modal habis untuk sewa tempat, renovasi ruangan, dan membeli alat. Salon juga perlu stok bahan perawatan, biaya stylist, tagihan bulanan, serta dana cadangan selama pendapatan belum stabil. 

Karena itu, perhitungan modal sebaiknya mencakup biaya persiapan sekaligus kebutuhan operasional setelah salon dibuka. Yuk, simak selengkapnya di artikel ini!

Berapa Modal Usaha Salon Kecantikan?

Besarnya modal usaha salon kecantikan bergantung pada konsep, lokasi, jenis layanan, dan jumlah stylist. Sebagai gambaran, berikut kisaran anggaran yang bisa digunakan untuk menyusun rencana awal: 
  • Salon rumahan dengan layanan terbatas: mulai dari Rp10 juta sampai Rp30 juta. 
  • Salon kecil dengan dua kursi dan sewa tempat: mulai dari Rp85 juta hingga Rp165 juta, termasuk estimasi sewa dan biaya operasional awal. 
  • Salon menengah dengan 4 sampai 5 kursi: antara Rp130 juta sampai Rp250 juta atau bisa lebih untuk persiapan dan alat, tapi belum termasuk semua biaya untuk operasional. 
Angka ini hanya ilustrasi, bukan acuan. Salon rumahan bisa memerlukan modal yang lebih rendah jika ruangan dan sebagian alat sudah ada. Sebaliknya, salon dengan layanan lebih beragam, seperti coloring, smoothing, atau bahkan perawatan kuku tentu membutuhkan alat dan bahan tambahan. 

Rincian Modal Awal Usaha Salon Kecantikan

Setelah menentukan konsep salon, bagi anggaran ke beberapa kebutuhan utama. Langkah ini membantu kamu melihat pengeluaran mana yang wajib dipenuhi sebelum pembukaan dan mana yang bisa ditunda.

1. Sewa Tempat dan Renovasi

Jika memilih lokasi komersial, perhitungkan biaya sewa sesuai jangka waktu pembayaran. Sebagian pemilik tempat meminta pembayaran beberapa bulan atau setahun sekaligus, sehingga dana yang harus disiapkan di awal bisa cukup besar.

Renovasi tidak harus mewah. Prioritaskan pencahayaan, ventilasi, instalasi air, saluran pembuangan, kebersihan, dan kenyamanan pelanggan. Untuk salon rumahan, biaya ini bisa ditekan apabila ruang yang tersedia sudah sesuai untuk kegiatan usaha.

2. Peralatan Salon

Peralatan yang dibutuhkan mengikuti jenis layanan. Misalnya, salon rambut memerlukan kursi potong, cermin, set gunting, set sisir, hair dryer, dan perlengkapan keramas. Jika menyediakan layanan creambath, pewarnaan, atau layanan lain, kamu perlu menghitung kebutuhan alat dan fasilitas pendukungnya.

Sebagai gambarannya, harga satu kursi keramas lengkap bisa berkisar Rp3 juta – Rp8 juta, sedangkan kursi hidrolik sekitar Rp1,5 juta–Rp4 juta. Buat daftar peralatan berdasarkan layanan yang benar-benar akan ditawarkan. Kamu tidak harus beli semua perlengkapan sekaligus jika permintaan pelanggan belum terbukti.

3. Stok Bahan dan Produk Perawatan

Stok awal mencakup sampo, kondisioner, krim creambath, pewarna rambut, masker, dan produk styling. Salon yang menyediakan layanan tambahan perlu menyesuaikan stok dengan kebutuhan setiap perawatan.

Sisihkan anggaran berdasarkan perkiraan jumlah pelanggan dan frekuensi pemakaian bahan. Hindari membeli terlalu banyak varian sejak awal karena produk yang jarang digunakan berisiko kedaluwarsa atau mengikat modal terlalu lama.

4. Administrasi, Papan Nama, dan Promosi

Siapkan anggaran untuk administrasi usaha, papan nama, daftar harga, alat kebersihan, dan promosi pembukaan. Promosi awal tidak harus selalu berupa iklan berbayar dengan bujet yang besar. 

Kamu bisa memanfaatkan kanal digital, portofolio hasil layanan dengan izin pelanggan, dan penawaran pembukaan yang sesuai dengan anggaran. Lebih lengkapnya, baca artikel 7 Strategi Promosi di Era Digital yang Efektif untuk Bisnis

Tips Menghemat Modal Usaha Salon

Menghemat modal bukan berarti mengorbankan kebersihan atau kualitas layanan salon yang kamu kelola. Kamu bisa mengendalikan pengeluaran dengan menentukan prioritas sejak awal.
  • Mulai dari layanan spesifik. Pilih layanan sesuai dengan keahlian dan kebutuhan target pelanggan. Dengan begitu, kamu bisa membatasi pembelian alat dan bahan sebelum memperluas layanan.
  • Pertimbangkan salon rumahan atau home service. Jika memungkinkan, mulai dari rumah atau melayani pelanggan berdasarkan janji bisa mengurangi biaya sewa tempat komersial. Tetap perhitungkan kebutuhan penataan ruang, transportasi, dan perlengkapan kerja.
  • Beli peralatan secara bertahap. Prioritaskan alat yang diperlukan untuk layanan utama. Tambah kursi dan alat lain ketika permintaan meningkat agar modal tidak tertahan pada barang yang jarang digunakan.
  • Belanja bahan sesuai kebutuhan. Bandingkan harga pemasok dan perhatikan kualitas serta masa simpan produk. Pembelian dalam jumlah besar belum tentu menguntungkan jika bahan tidak habis digunakan.
  • Pisahkan uang pribadi dan usaha. Catat semua pemasukan serta pengeluaran, termasuk pembelian kecil. Dengan begitu, kamu bisa tahu biaya yang paling besar dan menentukan kapan bisnis siap dikembangkan.
Kalau masih menyusun konsep, memilih lokasi, dan menentukan layanan, baca panduan membuka bisnis salon kecantikan dari nol.

Pantau Salon Tanpa Ribet!

Setelah salon buka, tantangannya adalah menjaga agar pemasukan selalu mendukung kebutuhan harian. Jumlah pelanggan yang ramai belum tentu menjamin kondisi keuangan sehat jika transaksi, pembelian bahan, dan pengeluaran tidak tercatat dengan baik.

Biasakan mencatat transaksi setiap hari, memantau penggunaan stok, dan mengevaluasi penjualan. Data tersebut membantu kamu mengetahui layanan yang diminati, kebutuhan pembelian ulang, serta pengeluaran yang masih bisa dikendalikan.

Folio POS dapat menjadi solusi bisnis salon yang memudahkan pengelolaan operasional harian. Fiturnya lengkap, mulai dari pencatatan transaksi, pengelolaan stok, perhitungan komisi stylist, pengaturan poin member, paket layanan, hingga promosi. Baca panduan memilih aplikasi kasir salon berdasarkan fitur yang dibutuhkan agar tidak salah pilih.

Sebelum langganan, kamu bisa coba gratis Folio 14 hari terlebih dahulu. Tidak cuma dari website, aplikasi kasir Folio juga tersedia secara mobile yang bisa kamu download secara gratis di Android. 

Kalau ada pertanyaan seputar fitur Folio POS atau ingin berdiskusi lebih lanjut, kamu bisa chat tim support untuk mendapat bantuan langsung. Jadi, sudah siap buka salon? Jangan lupa pakai Folio POS!

FAQ 

1. Berapa modal minimal untuk membuka salon kecantikan?

Salon rumahan dengan layanan terbatas dimulai dengan modal sekitar Rp10 juta–Rp30 juta. Salon yang menyewa tempat dan mempekerjakan stylist perlu anggaran lebih besar.

2. Berapa modal untuk membuka salon dengan dua kursi?

Sebagai gambaran, persiapan salon kecil dengan dua kursi perlu sekitar Rp45 juta – Rp95 juta di luar sewa tahunan. Jika ditambah sewa dan biaya operasional awal, anggaran keseluruhan bisa mencapai sekitar Rp85 juta–Rp165 juta, bergantung pada fasilitas dan biaya bulanan.

3. Apakah modal Rp50 juta cukup untuk membuka salon?

Cukup untuk konsep rumahan atau salon dengan layanan terbatas. Namun, untuk salon sewa dengan alat lengkap, stylist, dan dana cadangan, Rp50 juta bisa tidak mencukupi.

4. Berapa dana operasional yang sebaiknya disiapkan?

Sebagai antisipasi, pertimbangkan dana cadangan setara tiga bulan biaya operasional. Hitung sesuai biaya sewa, gaji atau komisi, bahan perawatan, listrik, air, dan pengeluaran rutin lainnya.

5. Bagaimana cara mengurangi modal awal salon?

Mulai dengan layanan yang paling dikuasai, pertimbangkan tempat usaha lebih hemat, beli alat secara bertahap, dan manfaatkan pemasaran organik. Tetap prioritaskan kebersihan, keamanan peralatan, serta kualitas bahan yang digunakan.
Whatsapp