Langkah membuka bisnis salon kecantikan meliputi penentuan layanan, riset pasar, pemilihan nama dan lokasi, penyusunan rencana bisnis, pengadaan peralatan, serta pengelolaan operasional yang rapi. Dengan persiapan matang dan sistem pendukung yang tepat, bisnis salon kecantikan memiliki peluang besar untuk bertahan dan berkembang.
Usaha salon kecantikan sering terlihat menarik dari luar. Setiap hari ada pelanggan datang, layanan selalu dibutuhkan, dan tren perawatan diri terus berkembang. Tidak heran jika banyak orang tertarik memulai usaha salon kecantikan, baik sebagai bisnis utama maupun sampingan.
Namun, membuka salon bukan sekadar soal bisa potong rambut atau facial. Banyak bisnis salon yang terlihat ramai di awal, tapi pelan-pelan sepi karena persiapan yang kurang matang. Supaya hal itu tidak terjadi, kamu perlu memahami langkah membuka bisnis salon kecantikan secara menyeluruh sejak awal.
Cara Memulai Bisnis Salon Kecantikan, Panduan untuk Pemula
Sebelum benar-benar membuka pintu salon dan menerima pelanggan, ada beberapa hal penting yang perlu kamu pertimbangkan. Usaha salon kecantikan akan jauh lebih kuat jika dibangun dengan perencanaan, bukan sekadar ikut-ikutan tren.
Berikut langkah yang bisa kamu jadikan panduan saat memulai bisnis salon kecantikan pertama kali, simak ya!
1. Tentukan Layanan Utama Salon
Langkah pertama yang sering dianggap sepele adalah menentukan layanan. Padahal, ini akan memengaruhi hampir seluruh aspek bisnis salon kecantikan, mulai dari modal yang perlu kamu siapkan, peralatan penunjang, sampai tenaga kerja.
Apakah salonmu fokus pada perawatan rambut, perawatan wajah, nail art, atau layanan lengkap? Dengan memiliki fokus layanan yang jelas, kamu tidak perlu membeli semua peralatan dalam satu waktu dan bisa membangun keunggulan pada layanan tertentu terlebih dahulu.
2. Lakukan Riset Pasar, Tidak Perlu Ribet
Riset pasar tidak harus selalu mahal atau rumit. Dalam usaha salon kecantikan, kamu cukup memahami siapa calon pelanggan dan kebiasaan mereka.
Coba perhatikan salon di sekitar lokasi. Layanan apa yang paling ramai? Berapa kisaran harga yang sering menjadi pilihan? Jam berapa salon biasanya penuh? Dari pengamatan sederhana ini, kamu bisa menyusun layanan dan harga yang lebih masuk akal.
3. Pilih Nama Salon yang Mudah Diingat
Nama salon adalah identitas jangka panjang. Nama yang simpel, mudah diucapkan, dan sesuai konsep salon akan lebih mudah menempel dalam ingatan pelanggan.
Hindari nama yang terlalu rumit atau sulit pengucapannya. Jika memungkinkan, pastikan nama tersebut juga cocok untuk kamu pakai di akun media sosial agar branding lebih konsisten sejak awal.
4. Buat Rencana Bisnis, Walau Sederhana
Banyak salon gagal bukan karena sepi pelanggan, tetapi karena keuangan tidak terkontrol. Inilah pentingnya rencana bisnis.
Kamu perlu menghitung modal awal, biaya operasional bulanan, dan target pendapatan secara realistis. Rencana ini akan membantu kamu mengambil keputusan dengan lebih tenang, terutama saat kondisi tidak selalu sesuai harapan.
5. Tentukan Lokasi yang Sesuai Target Pasar
Lokasi memang penting, tapi bukan berarti harus selalu pada tempat paling mahal. Ada yang lebih penting, yaitu kesesuaian bisnis dengan target pasar.
Salon dekat perumahan, kampus, atau perkantoran bisa sama-sama potensial, tergantung konsep layanan yang kamu tawarkan. Perhatikan juga akses, kenyamanan, dan lingkungan sekitar sebelum memutuskan lokasi.
6. Siapkan Peralatan Salon Secara Bertahap
Peralatan adalah investasi besar dalam bisnis salon kecantikan. Namun, kamu tidak harus membeli semuanya sekaligus. Fokuslah pada peralatan utama sesuai layanan, seperti:
- Kursi dan cermin salon
- Wastafel keramas
- Alat pengering rambut
- Gunting, sisir, jepit rambut, dan alat penunjang lain.
Seiring bertambahnya pelanggan, peralatan bisa ditambah secara bertahap. Cara ini bantu menjaga arus kas tetap sehat.
7. Gunakan Sistem Pengelolaan yang Lebih Rapi
Di awal, mencatat transaksi secara manual mungkin terasa cukup. Tapi, ketika pelanggan mulai ramai, cara ini sering membuat pemilik salon kewalahan.
Pengelolaan yang rapi membantu kamu tahu layanan apa yang paling laku, jam ramai pelanggan, dan kondisi keuangan salon. Ini adalah bagian penting dari cara memulai bisnis salon kecantikan agar usaha bisa berkembang, bukan hanya bertahan.
Kelola Bisnis Salon Lebih Praktis dengan Folio
Memulai usaha salon kecantikan memang perlu persiapan, tetapi bukan berarti rumit atau menakutkan. Dengan layanan yang jelas, memahami pasar, memilih lokasi yang tepat, dan mengelola bisnis secara rapi, peluang untuk membangun salon yang stabil akan jauh lebih besar.
Kunci utamanya ada pada perencanaan dan konsistensi. Bisnis salon yang dikelola dengan baik tidak hanya ramai pada awalnya, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
Seiring bisnis salon kecantikan berjalan, tantangan biasanya bukan lagi soal layanan, tetapi pengelolaan harian. Transaksi semakin banyak, pencatatan makin kompleks, dan laporan sering tertunda.
Ini saatnya kamu pakai aplikasi kasir digital untuk salon kecantikan, yaitu Folio. Khusus untuk usaha salon kecantikan, Folio menawarkan berbagai fitur unggulan, yaitu:
- Reservasi
- Paket produk maupun layanan
- Pengaturan promo dan diskon
- Metode pembayaran lengkap
- Laporan penjualan lengkap
- Pengaturan komisi karyawan
Yuk,
coba gratis Folio dan rasakan kemudahan mengelola bisnis salon kecantikan tanpa ribet.