Connection timed out after 100 milliseconds Apa Itu Metode FEFO? Ini Bedanya dengan FIFO, LIFO, dan Average

Apa Itu Metode FEFO? Ini Bedanya dengan FIFO, LIFO, dan Average

25 Februari 2026
apa-itu-metode-fefo-ini-bedanya-dengan-fifo-lifo-dan-average
Metode FEFO adalah sistem manajemen persediaan yang mengutamakan barang dengan masa kedaluwarsa tercepat untuk dijual lebih dulu. Metode ini sangat penting untuk bisnis yang menjual produk dengan expiry date seperti makanan, minuman, dan farmasi. Dibandingkan FIFO, LIFO, dan Average, FEFO lebih fokus pada keamanan produk dan meminimalkan kerugian akibat barang rusak atau kadaluarsa. Sementara FIFO mengutamakan barang masuk pertama, LIFO barang terakhir, dan Average menggunakan rata-rata harga.

Metode FEFO adalah salah satu strategi manajemen stok yang sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa sangat besar terhadap keuntungan bisnis. Banyak pelaku usaha masih fokus pada metode umum seperti FIFO atau LIFO, tanpa sadar bahwa FEFO justru lebih relevan untuk jenis bisnis tertentu.

Kalau kamu mengelola bisnis dengan produk yang memiliki masa simpan terbatas, seperti FnB, farmasi, atau retail bahan segar, sangat penting untuk memahami metode ini. Karena, salah strategi sedikit saja, risiko kerugian bisa langsung terasa. 

Apa Itu Metode FEFO?

Metode FEFO (First Expired, First Out) adalah sistem pengelolaan persediaan yang berfokus pada barang yang memiliki tanggal kedaluwarsa paling dekat harus dijual atau digunakan lebih dulu.

Artinya, prioritas pengeluaran barang bukan berdasarkan waktu masuk, melainkan masa berlaku produk. Metode FEFO memiliki karakteristik utama seperti berikut:
  • Fokus pada expiry date. Barang dengan tanggal kedaluwarsa yang paling dekat akan diprioritaskan agar tidak terbuang sia-sia.
  • Cocok untuk produk sensitif. Digunakan pada bisnis makanan, minuman, obat, dan produk kosmetik.
  • Mengurangi potensi kerugian. Risiko barang rusak atau tidak layak jual bisa ditekan secara signifikan.
  • Menjaga kualitas layanan. Konsumen mendapatkan produk yang lebih fresh dan aman.

Perbedaan FEFO dengan LIFO, FIFO, dan Average

Setelah memahami apa itu metode FEFO, sekarang kita masuk ke bagian yang sering membingungkan: apa bedanya dengan metode lain?

Banyak pemilik bisnis menggunakan FIFO, LIFO, atau Average karena lebih umum. Tapi, masing-masing punya tujuan dan karakteristik berbeda. Ini yang harus kamu pahami: 

Perbedaan dengan LIFO (Last In, First Out)

Pertama, perbedaan FEFO dengan LIFO. Pahami dulu kalau metode LIFO adalah kebalikan dari FIFO. Dalam sistem ini, barang yang terakhir masuk justru dikeluarkan lebih dulu.

Karakteristik LIFO:
  • Barang terbaru dijual terlebih dahulu
  • Cocok untuk barang non-perishable (tidak mudah rusak)
  • Digunakan untuk strategi pengelolaan biaya
Perbedaannya dengan FEFO:
  • FEFO fokus pada tanggal kedaluwarsa, sedangkan LIFO fokus pada urutan masuk barang. 
  • LIFO tidak mempertimbangkan kualitas atau masa simpan.
  • Jika digunakan pada produk makanan atau obat, LIFO bisa berisiko tinggi menyebabkan barang kadaluarsa
Kesimpulan:
LIFO lebih cocok untuk industri seperti bahan bangunan atau logistik, bukan bisnis dengan produk sensitif.

Perbedaan dengan FIFO (First In, First Out)

Selanjutnya, perbedaan FEFO dengan FIFO, metode paling populer dalam manajemen persediaan. Barang yang pertama masuk akan dijual lebih dulu.

Karakteristik FIFO:
  • Mengikuti urutan waktu masuk barang
  • Lebih mudah diterapkan
  • Banyak digunakan di retail dan distribusi
Perbedaannya dengan FEFO:
  • FIFO tidak selalu mempertimbangkan tanggal kedaluwarsa
  • FEFO lebih akurat untuk produk dengan umur simpan berbeda
Dalam kondisi tertentu, barang yang masuk lebih belakangan bisa lebih cepat expired, dan FIFO tidak akan mendeteksinya

Contoh sederhana:
Produk A masuk dulu tapi masa kedaluwarsa lama, produk B masuk belakangan tapi memiliki tanggal kedaluwarsa yang lebih cepat.
  • FIFO → tetap jual A dulu
  • FEFO → jual B dulu
Kesimpulan:
FIFO cukup efektif, tapi FEFO lebih “cerdas” untuk bisnis yang berhubungan dengan masa simpan produk.

Perbedaan dengan Metode Average (Rata-Rata)

Terakhir, perbedaan FEFO dengan Average, metode yang digunakan untuk menghitung nilai persediaan berdasarkan rata-rata harga barang.

Karakteristik Average:
  • Fokus pada perhitungan biaya, bukan pergerakan fisik barang
  • Digunakan untuk akuntansi dan laporan keuangan
  • Tidak mengatur urutan pengeluaran barang
Perbedaannya dengan FEFO:
  • FEFO mengatur alur distribusi barang secara fisik
  • Average hanya digunakan untuk perhitungan nilai stok
  • FEFO berdampak langsung pada operasional, Average lebih ke laporan
Kesimpulan:
Average tidak bisa menggantikan FEFO karena fungsinya berbeda. Keduanya justru bisa digunakan bersamaan dalam sistem bisnis.

Kapan Bisnis Harus Menggunakan Metode FEFO?

Nah, ini dia pertanyaan lain yang sering muncul, terutama dari pebisnis baru. Menariknya, memang tidak semua bisnis wajib menggunakan FEFO. Namun, ada kondisi tertentu saat metode ini menjadi sangat penting.

Gunakan FEFO jika:
  • Menjual produk dengan tanggal kedaluwarsa
  • Mengelola stok makanan, minuman, atau obat
  • Memiliki banyak variasi batch produk
  • Ingin meminimalkan waste dan kerugian
Jika bisnis masuk dalam kategori tersebut, FEFO bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan operasional.

Ingin Kelola Stok Lebih Mudah? Ini Solusinya!

Memahami apa itu metode FEFO dan perbedaannya dengan FIFO, LIFO, serta Average adalah langkah penting untuk meningkatkan efisiensi bisnis. Terutama jika bisnis bergerak di industri dengan produk yang memiliki masa simpan terbatas.

Namun, strategi saja tidak cukup tanpa sistem yang mendukung. Pengelolaan stok secara manual justru berisiko menimbulkan kesalahan yang mahal. Gunakan aplikasi kasir Folio untuk membantu mengelola stok, memantau produk, dan menjalan bisnis lebih efisien dan rapi. Coba semua fiturnya, gratis selama 14 hari!
Whatsapp Sales Whatsapp Support 1 Whatsapp Support 2 Telephone Office