Besar Belum Tentu Untung! Begini Cara Menghitung Omzet dan Laba Toko Grosir

30 Juni 2026
cara-menghitung-omzet-dan-laba-toko-grosir
Omzet adalah total pendapatan yang diperoleh dari seluruh penjualan sebelum dikurangi biaya apa pun. Sementara itu, keuntungan usaha dapat dilihat melalui laba kotor dan laba bersih. Laba kotor dihitung dari omzet dikurangi harga pokok penjualan (HPP), sedangkan laba bersih diperoleh setelah laba kotor dikurangi seluruh biaya operasional bisnis.

Secara sederhana, langkah menghitungnya adalah:
  • hitung total omzet penjualan dalam periode tertentu;
  • kurangi omzet dengan HPP untuk memperoleh laba kotor;
  • kurangi laba kotor dengan seluruh biaya operasional untuk mendapatkan laba bersih;
  • evaluasi hasilnya secara berkala agar keputusan bisnis lebih akurat.
Dengan memahami perbedaan omzet, laba kotor, dan laba bersih, pemilik toko grosir dapat mengetahui apakah bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan atau hanya mencatat penjualan yang tinggi.


Minggu ini, penjualan toko mencapai Rp150 juta. Angka tersebut sudah pasti sangat besar dan membuat bisnis terasa berkembang. Tapi, setelah membayar supplier, mengganti stok barang, membayar gaji karyawan, listrik, sewa gudang, dan biaya operasional lain, uang yang tersisa justru lebih kecil dari ekspektasi awal. 

Pada bisnis grosir, situasi ini cukup sering terjadi. Fokus terhadap omzet memang penting karena menunjukkan berapa penjualan yang didapatkan. Meski begitu, omzet tidak sama dengan keuntungan. Kalau kamu hanya melihat angka penjualan tanpa menghitung laba, keputusan bisnis bisa saja kurang tepat. 

U.S. Small Business Administration (SBA) menyebutkan, memahami kondisi keuangan bisnis jadi salah satu hal penting untuk membantu pemilik bisnis mengambil keputusan berdasarkan data, bukan asumsi saja. 

Ini artinya, mengetahui selisih omzet, harga pokok penjualan (HPP), dan biaya operasional membantu kamu mengevaluasi apakah strategi harga, pengelolaan stok, maupun efisiensi operasional sudah berjalan dengan baik.

Apa Beda Omzet dan Laba? 

Sebelum menghitung, pahami dulu apa itu omzet dan laba serta perbedaan keduanya. Investopedia menyebutkan, omzet atau revenue menunjukkan total pendapatan bisnis. Sementara itu, profit atau laba menggambarkan keuntungan setelah mengurangi dengan biaya tertentu. 

Laba sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu laba kotor dan laba bersih. Laba kotor adalah keuntungan setelah omzet dikurangi dengan Harga Pokok Penjualan (HPP). Sementara, laba bersih adalah keuntungan yang didapat setelah mengurangi laba kotor dengan semua biaya operasional, seperti sewa tempat, listrik, gaji, pajak, dan lainnya. 

Lalu, apa beda omzet dan laba? Omzet adalah total semua penjualan. Sementara, laba adalah keuntungan yang didapatkan setelah mengurangi omzet dengan HPP (laba kotor), dan biaya operasional (laba bersih).

Cara Menghitung Omzet Toko Grosir

Menghitung omzet cukup sederhana karena hanya menjumlahkan seluruh nilai penjualan dalam periode tertentu, misalnya harian, mingguan, atau bulanan.

Rumus omzet:

Omzet = Total seluruh penjualan

Misalnya, dalam satu hari toko grosir menjual:
  • Beras: Rp12.000.000
  • Minyak goreng: Rp8.000.000
  • Gula: Rp5.000.000
Maka omzet hari tersebut adalah:

Rp12.000.000 Rp8.000.000 Rp5.000.000 = Rp25.000.000

Meski mencapai Rp25 juta, angka ini belum menunjukkan keuntungan karena masih ada biaya pembelian barang (HPP) dan biaya operasional yang harus diperhitungkan.

Cara Menghitung Laba Kotor

Laba kotor memberi gambaran berapa keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan setelah memperhitungkan Harga Pokok Penjualan (HPP). Angka ini digunakan sebagai indikator awal untuk melihat apakah margin penjualan sudah sesuai.

Rumus laba kotor:

Laba Kotor = Omzet − HPP

Contohnya, jika omzet toko grosir dalam satu hari mencapai Rp25.000.000, sementara total HPP barang yang terjual sebesar Rp19.000.000, maka:

Laba Kotor = Rp25.000.000 − Rp19.000.000 = Rp6.000.000

Nilai tersebut menunjukkan keuntungan penjualan sebelum dikurangi biaya lain seperti gaji karyawan, listrik, internet, transportasi, maupun sewa toko. Jika sudah dikurangi biaya lainnya, maka akan muncul angka laba bersih. 

Perlu kamu perhatikan nilai laba kotor juga dipengaruhi oleh akurasi HPP. Karena itu, mengetahui cara mengelola stok toko grosir menjadi salah satu faktor penting agar margin keuntungan tidak meleset. 

Mengapa Perlu Memantau Omzet dan Laba Kotor?

Menghitung omzet dan laba kotor sebaiknya tidak hanya dilakukan saat akhir bulan. Semakin rutin memantaunya, semakin cepat pula kamu mengetahui apakah bisnis berjalan sesuai target atau justru mulai mengalami penurunan margin.

Sebagai contoh, omzet mungkin terlihat terus meningkat dari bulan ke bulan. Namun, jika laba kotor menurun, bisa jadi ada beberapa hal yang perlu dievaluasi, seperti harga beli dari supplier yang naik, biaya HPP semakin besar, atau harga jual kurang kompetitif.

Sebaliknya, Dengan memantau omzet dan laba secara berkala, kamu bisa bisa mengambil keputusan bisnis berdasarkan data. Seperti: 
  • mengevaluasi harga jual produk;
  • membandingkan margin antar kategori barang;
  • menentukan produk yang paling menguntungkan;
  • merencanakan pembelian stok berikutnya dengan lebih tepat.

Hitung Omzet dan Laba Lebih Praktis, Bebas Ribet!

Kalau transaksi masih belum banyak, menghitung omzet dan laba dari nota, spreadsheet, atau bahkan kalkulator masih cukup. Tapi begitu pelanggan mulai ramai, produk yang dijual semakin beragam, dan stok terus bertambah, proses rekap bisa berubah menjadi pekerjaan yang melelahkan.

Belum lagi kalau harus mengecek ulang HPP, mencocokkan stok, atau mencari tahu kenapa laba kotor bulan ini lebih kecil dibandingkan bulan lalu. Ingin menghitung omzet dan laba kotor lebih mudah dan bebas salah? Saatnya kamu pakai Folio POS.  

Sebagai rekomendasi aplikasi kasir toko grosir, Folio membantu operasional toko grosir jadi lebih mudah dan bebas ribet dengan fitur laporan penjualan, laba kotor, hingga satuan konversi untuk memastikan stok tetap akurat tanpa harus hitung manual. 

Siap untuk menaikkan omzet dan margin toko grosir? Daftar dan coba gratis Folio! Ingin berdiskusi sebelum mencoba? Tidak masalah! Tim support siap membantu memberikan solusi terbaik untuk kebutuhan bisnismu. 

FAQ

1. Apakah omzet sama dengan keuntungan?

Tidak. Omzet adalah total pendapatan dari seluruh penjualan sebelum dikurangi biaya apa pun. Keuntungan baru dapat diketahui setelah memperhitungkan biaya, seperti Harga Pokok Penjualan (HPP).

2. Bagaimana cara menghitung omzet toko grosir?

Caranya adalah menjumlahkan seluruh nilai penjualan dalam periode tertentu, misalnya harian, mingguan, atau bulanan. Hasil penjumlahan tersebut merupakan omzet toko.

3. Apa yang dimaksud dengan laba kotor?

Laba kotor adalah keuntungan yang diperoleh setelah omzet dikurangi Harga Pokok Penjualan (HPP). Nilai ini menunjukkan seberapa besar keuntungan dari aktivitas penjualan sebelum memperhitungkan biaya operasional.

4. Mengapa laba kotor penting untuk toko grosir?

Laba kotor membantu pemilik usaha mengevaluasi apakah margin penjualan masih sehat, mengetahui dampak perubahan harga beli dari supplier, serta menjadi dasar dalam menentukan strategi harga dan pengelolaan stok.

5. Apakah aplikasi kasir dapat membantu menghitung omzet dan laba kotor?

Ya. Aplikasi kasir yang memiliki laporan penjualan dan pencatatan HPP dapat membantu menghitung omzet dan laba kotor lebih praktis.
Whatsapp Sales Whatsapp Support 1 Whatsapp Support 2 Telephone Office