Usaha bengkel motor memiliki peluang besar karena tingginya jumlah pengguna motor. Modal usaha bengkel motor skala kecil–menengah berkisar Rp25–50 juta, mencakup sewa tempat, alat, dan stok sparepart. Dengan lokasi strategis, layanan berkualitas, serta manajemen keuangan yang baik, bisnis bengkel motor berpotensi balik modal dalam 6–12 bulan. Penggunaan aplikasi kasir seperti Folio membantu operasional bengkel lebih efisien dan terkontrol.
Usaha bengkel motor adalah salah satu bisnis yang terlihat sederhana, tetapi punya potensi jangka panjang yang kuat. Selama motor masih menjadi alat transportasi utama masyarakat, kebutuhan servis dan penggantian sparepart akan selalu ada. Inilah yang membuat bisnis bengkel motor relatif stabil dan tidak mudah mati oleh tren.
Meski begitu, memulai usaha bengkel motor tetap perlu rencana matang. Banyak bengkel motor yang tutup bukan karena sepi pelanggan, melainkan karena salah hitung modal dan pengelolaan operasional yang kurang rapi. Karena itu, memahami peluang usaha bengkel motor, estimasi modal awal, serta strategi memulainya menjadi langkah penting.
Peluang Usaha Bengkel Motor: Masihkah Menguntungkan?
Jika melihat kondisi nyata, peluang usaha bengkel motor masih terbuka lebar, terutama di daerah pemukiman, dekat kampus, kawasan industri, atau jalur lalu lintas ramai. Motor digunakan setiap hari, sehingga servis rutin seperti ganti oli, setel rem, atau cek mesin menjadi kebutuhan berulang.
Menariknya, bisnis bengkel motor tidak hanya bergantung pada jasa servis. Penjualan sparepart, oli, dan aksesori ringan bisa jadi sumber pendapatan tambahan yang signifikan. Kombinasi jasa dan produk inilah yang membuat bisnis bengkel motor punya aliran pendapatan yang lebih stabil dibandingkan usaha musiman.
Modal Usaha Bengkel Motor: Perlu Siapkan Berapa?
Soal bisnis bengkel motor, pertanyaan utama yang sering muncul adalah modal yang dibutuhkan. Kabar baiknya, bisnis ini bisa dimulai dari skala kecil dengan modal yang relatif fleksibel, tergantung lokasi dan konsep bengkel yang ingin dibangun.
Untuk bengkel motor skala kecil hingga menengah, berikut gambaran modal awal yang umum dibutuhkan:
- Sewa tempat. Jika belum punya tempat sendiri, biaya sewa biasanya berkisar Rp5–15 juta per tahun, tergantung lokasi.
- Peralatan bengkel utama. Kompresor, kunci set, dongkrak motor, toolkit, dan peralatan servis lainnya. Estimasi biaya: Rp8–15 juta.
- Stok awal sparepart dan oli. Fokus pada sparepart fast moving seperti oli, busi, kampas rem, dan rantai. Estimasi biaya: Rp5–10 juta.
- Perlengkapan pendukung. Rak sparepart, meja kerja, banner bengkel, hingga seragam mekanik. Estimasi biaya: Rp2–5 juta.
- Biaya operasional awal. Listrik, air, kas kecil, dan gaji mekanik (jika ada). Estimasi biaya: Rp3–5 juta.
Secara keseluruhan, modal bengkel motor dan sparepart berada di kisaran
Rp25–50 juta untuk skala awal yang realistis.
Lalu, bagaimana dengan potensi keuntungan bisnis bengkel motor dan sparepart?
Dalam bisnis bengkel motor, keuntungan datang dari dua arah: jasa servis dan penjualan sparepart. Margin jasa servis umumnya cukup besar, sementara sparepart membantu menjaga arus kas tetap lancar.
Sebagai gambaran, jika bengkel melayani 10–15 motor per hari dengan rata-rata transaksi Rp100.000, omzet bulanan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Dengan pengelolaan yang rapi dan biaya terkendali, banyak bengkel yang sudah mulai merasakan keuntungan stabil dalam 6–12 bulan pertama.
Tips Memulai Usaha Bengkel Motor: Panduan untuk Pemula
Agar bisnis bengkel motor berjalan lancar sejak awal, ada beberapa tips penting yang sebaiknya tidak kamu abaikan:
1. Pilih Lokasi yang Mudah Dijangkau
Lokasi strategis sangat berpengaruh pada jumlah pelanggan harian. Sudah pasti, bengkel yang mudah terlihat dan mudah aksesnya akan lebih cepat ramai, misalnya di tepi jalan utama, kawasan pemukiman, atau sekolah dan area kantor.
2. Mulai dari Layanan yang Paling Dicari
Jangan buru-buru dalam menjalankan bisnis, termasuk usaha bengkel motor. Tidak perlu langsung lengkap di awal. Fokus dulu pada servis ringan dan sparepart yang cepat laku agar perputaran modal lebih sehat.
3. Bangun Kepercayaan Pelanggan
Aspek ini penting, dan tidak boleh kamu abaikan. Kejujuran, hasil kerja rapi, dan harga yang transparan adalah aset utama dalam usaha bengkel motor. Pelanggan yang percaya akan kembali, bahkan merekomendasikan bengkel kamu ke orang lain.
4. Catat Keuangan Sejak Hari Pertama
Salah satu kesalahan umum pemilik bengkel adalah tidak memisahkan uang pribadi dan uang usaha. Padahal, pencatatan yang rapi sangat menentukan perkembangan bisnis. Tak sedikit bisnis bengkel yang tutup karena pencatatan yang berantakan, dan keuangan yang masih belum terpisah dengan anggaran pribadi.
5. Gunakan Sistem yang Memudahkan Operasional
Mengandalkan catatan manual berisiko menimbulkan kesalahan stok dan laporan. Terutama dalam usaha bengkel motor dan sparepart yang cenderung punya banyak stok. Sistem digital akan sangat membantu efisiensi bengkel.
Bisnis Bengkel Motor Lebih Cuan? Pakai Folio!
Usaha bengkel motor adalah bisnis yang realistis, tahan lama, dan bisa dimulai dengan modal yang terukur. Dengan memahami peluang usaha bengkel motor, menghitung modal usaha bengkel motor secara detail, serta menerapkan tips memulai usaha bengkel motor yang tepat, risiko bisa ditekan dan peluang keuntungan makin besar.
Namun, agar bisnis bisa berkembang, pengelolaan operasional dan keuangan tidak boleh dilakukan asal-asalan. Pakai
aplikasi kasir Folio, fiturnya lengkap untuk bengkel:
- Manajemen inventori hingga 20 ribu SKU.
- Member dan loyalty program.
- Laporan penjualan lengkap.
- Perhitungan komisi karyawan secara otomatis dan transparan.
- Membuat paket produk atau layanan lebih mudah.
- Pelacakan stok masuk dan keluar lebih praktis.
- Pencatatan data pelanggan dari plat nomor.
Ingin coba langsung fiturnya? Yuk,
daftarkan bisnismu di Folio sekarang!