Modal usaha bengkel mobil berkisar antara Rp110 juta hingga Rp240 juta, tergantung lokasi, skala bengkel, dan jenis layanan. Komponen utama modal bisnis bengkel mobil meliputi sewa dan renovasi tempat, peralatan bengkel, stok suku cadang, legalitas usaha, gaji mekanik, pemasaran awal, serta cadangan dana operasional. Dengan pertumbuhan jumlah kendaraan yang terus meningkat, bisnis bengkel mobil masih memiliki peluang besar dan stabil, terutama bagi bengkel yang menawarkan layanan lengkap, manajemen rapi, dan memanfaatkan teknologi untuk operasional.
Bisnis bengkel mobil masih termasuk usaha yang jarang kehilangan pasar. Selama mobil terus digunakan, kebutuhan servis dan perawatan tidak akan berhenti. Mulai dari ganti oli rutin, servis ringan, hingga perbaikan komponen penting, semuanya perlu bengkel yang bisa diandalkan.
Itulah sebabnya peluang usaha bengkel mobil tetap terbuka lebar, bahkan di tengah persaingan yang semakin ramai. Namun, sebelum memutuskan memulai bisnis ini, ada satu hal penting yang nggak boleh kamu anggap sepele, yaitu modal usaha bengkel mobil.
Karena, tanpa perhitungan yang matang, biaya bisa membengkak dan operasional berisiko tidak efisien sejak awal. Kamu juga harus tahu kalau menjalankan usaha bengkel mobil tak hanya berbekal keahlian. Pengelolaan bisnis juga jadi hal penting yang tidak boleh kamu anggap sepele.
Yuk, simak berapa modal bisnis bengkel mobil yang harus kamu siapkan dan seperti apa peluangnya di artikel ini!
Rincian Modal Usaha Bengkel Mobil
Perlu dicatat sejak awal, modal usaha bengkel mobil tidak bersifat mutlak. Ada banyak hal yang membuat biaya tersebut variatif, mulai dari skala bisnis, lokasi, sampai jenis layanan yang kamu tawarkan.
Bengkel kecil dengan layanan dasar tentu beda kebutuhannya dengan bengkel profesional yang menyediakan layanan lengkap. Kabar baiknya, bisnis bengkel termasuk fleksibel.
Kamu bisa mulai dari skala kecil dulu, lalu mengembangkan fasilitas dan layanan secara bertahap. Soal modal bisnis bengkel mobil, ini estimasi dan rinciannya:
1. Lokasi dan Tempat Bengkel
Lokasi menjadi salah satu komponen terbesar dalam modal usaha bengkel mobil. Bengkel yang berada di pinggir jalan utama atau kawasan padat kendaraan akan lebih mudah ditemukan pelanggan. Konsekuensinya, biaya sewa cenderung lebih tinggi.
Selain sewa, jangan lupakan biaya renovasi agar bengkel layak operasional. Penataan area kerja, ruang tunggu, pencahayaan, dan ventilasi sangat berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan.
Estimasi biaya lokasi:
- Sewa tempat per tahun: Rp30.000.000 – Rp50.000.000
- Renovasi dan penyesuaian bangunan: Rp15.000.000 – Rp40.000.000
Total estimasi: ± Rp45.000.000 – Rp90.000.000
2. Peralatan dan Mesin Bengkel
Peralatan adalah inti dari operasional bengkel. Pada tahap awal, kamu tidak perlu langsung membeli alat mahal atau terlalu canggih. Fokuslah pada peralatan dasar yang paling sering digunakan untuk servis rutin. Seiring bertambahnya pelanggan, peralatan bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai kebutuhan.
Estimasi biaya peralatan:
- Peralatan dasar bengkel: Rp5.000.000 – Rp6.000.000
- Alat tambahan (dongkrak hidrolik, kompresor, dll): Rp5.000.000 – Rp10.000.000
Total estimasi: ± Rp10.000.000 – Rp16.000.000
3. Persediaan Suku Cadang Awal
Stok suku cadang juga nggak kalah penting dari modal bisnis bengkel mobil. Idealnya, stok awal difokuskan pada spare part fast moving seperti oli, filter, kampas rem, dan busi. Dengan persediaan cukup, proses servis bisa berjalan lebih cepat dan pelanggan tidak perlu menunggu lama. Efeknya, tingkat kepuasan pelanggan pun meningkat.
Estimasi modal persediaan:
- Spare part fast moving: Rp10.000.000 – Rp20.000.000
4. Legalitas dan Sertifikasi
Legalitas usaha sering dianggap sepele, padahal sangat penting untuk keamanan jangka panjang. Bengkel dengan izin lengkap terlihat lebih profesional dan dipercaya pelanggan.
Tapi, yang harus kamu tahu adalah biaya perizinan berbeda di setiap daerah, tergantung jenis usaha dan kelengkapan dokumen. Sertifikasi teknisi memang opsional di awal, tetapi bisa menjadi nilai tambah.
Estimasi biaya legalitas:
- Pengurusan izin usaha: Rp10.000.000 – Rp30.000.000
- Sertifikasi teknisi (opsional): Rp5.000.000 – Rp30.000.000
Total estimasi: ± Rp15.000.000 – Rp60.000.000
5. Upah Tenaga Kerja
Jika kamu mempekerjakan mekanik, biaya tenaga kerja wajib masuk perhitungan sejak awal. Untuk bengkel kecil, 1–2 mekanik biasanya sudah cukup. Agar lebih fleksibel, sistem gaji bisa dikombinasikan dengan insentif berdasarkan jumlah pekerjaan.
Estimasi biaya tenaga kerja:
- Gaji mekanik (1–2 orang): Rp4.000.000 – Rp8.000.000 per bulan
- Insentif dan bonus: Rp1.000.000 – Rp2.000.000
- Cadangan 2–3 bulan: ± Rp10.000.000 – Rp20.000.000
6. Pemasaran Awal Bengkel
Tanpa promosi, bengkel akan sulit dikenal. Untungnya, pemasaran bengkel tidak harus mahal. Strategi sederhana tapi konsisten cukup untuk tahap awal. Gabungan promosi offline dan online bisa membantu menjangkau lebih banyak calon pelanggan.
Estimasi biaya pemasaran:
- Spanduk, banner, kartu nama: Rp1.000.000 – Rp3.000.000
- Promosi online dan konten media sosial: Rp2.000.000 – Rp5.000.000
7. Cadangan Dana Operasional
Cadangan dana berfungsi sebagai pengaman saat pemasukan belum stabil. Dengan dana ini, kamu bisa menjalankan operasional tanpa tekanan keuangan berlebih di bulan-bulan awal.
Estimasi cadangan dana: Rp15.000.000 – Rp30.000.000
Total Estimasi Modal Bisnis Bengkel Mobil
Jika dijumlahkan secara kasar, total modal usaha bengkel mobil berada di kisaran:
± Rp110.000.000 – Rp240.000.000. Angka ini bisa lebih kecil atau lebih besar.
Apakah Usaha Bengkel Mobil Masih Menjanjikan?
Jawabannya: masih. Seiring meningkatnya jumlah kendaraan, kebutuhan servis maupun perawatan akan selalu ada, sehingga permintaan cenderung stabil sepanjang tahun. Ini beberapa alasannya:
- Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor. Semakin banyak mobil berarti kebutuhan servis rutin terus meningkat dan menciptakan permintaan yang stabil.
- Diversifikasi layanan bengkel. Layanan tambahan seperti detailing atau spooring bisa meningkatkan nilai transaksi per pelanggan.
- Pemanfaatan teknologi. Alat diagnostik dan sistem digital membuat servis lebih cepat, akurat, dan profesional.
- Kemitraan dengan pemasok suku cadang. Bermitra dengan pemasok tepercaya membantu menekan biaya dan menjaga ketersediaan barang.
- Konsep bengkel ramah lingkungan. Pengelolaan limbah yang baik meningkatkan citra bengkel dan kepercayaan pelanggan.
Siap Buka Bengkel Mobil? Yuk, Pakai Folio!
Sekarang, kamu sudah tahu berapa modal usaha bengkel mobil yang harus disiapkan, untuk apa saja, dan seperti apa peluang bisnisnya. Supaya operasional bisnis berjalan lancar, pakai aplikasi kasir digital bisa jadi solusi tepat.
Folio adalah salah satu opsi yang jadi rekomendasi. Khusus untuk bisnis bengkel, Folio punya fitur yang pastinya bikin usaha lancar:
- Manajemen inventori hingga 20 ribu SKU.
- Pencatatan data pelanggan dari plat nomor.
- Member dan loyalty program.
- Laporan penjualan lengkap.
- Perhitungan komisi karyawan secara otomatis dan transparan.
- Membuat paket produk atau layanan lebih mudah.
- Pelacakan stok masuk dan keluar lebih praktis.
Daftar Folio sekarang dan cobain semua fiturnya, gratis!