SKU adalah: Pengertian, Fungsi, Cara Membuat, dan Contohnya dalam Bisnis

09 Juni 2026
stock-keeping-unit-sku-adalah-definisi-fungsi-dan-contohnya
SKU (Stock Keeping Unit) adalah kode unik yang digunakan bisnis untuk mengidentifikasi, mengelola, dan melacak setiap produk dalam inventaris. SKU membantu proses pencatatan stok, penjualan, pengadaan barang, hingga stock opname menjadi lebih cepat dan akurat. 

Dalam bisnis yang memiliki banyak variasi produk, pengelolaan inventaris jadi tantangan tersendiri. Tanpa sistem identifikasi yang jelas, proses pencarian barang, pencatatan stok, hingga analisis penjualan bisa menjadi lebih lambat dan rentan kesalahan.

Oleh karena itu, banyak bisnis menggunakan SKU atau Stock Keeping Unit sebagai sistem identifikasi produk. SKU memungkinkan setiap barang memiliki kode unik sehingga lebih mudah dilacak dalam operasional sehari-hari.

Baik bisnis ritel, minimarket, grosir, toko online, maupun restoran, penggunaan SKU dapat membantu meningkatkan akurasi pengelolaan stok dan mempercepat proses kerja tim gudang maupun kasir.

Apa Itu SKU?

SKU adalah singkatan dari Stock Keeping Unit, kode unik yang dibuat oleh perusahaan untuk mengidentifikasi suatu produk dalam sistem inventaris. Kode ini biasanya terdiri dari kombinasi huruf dan angka yang mewakili informasi tertentu, seperti kategori produk, merek, warna, ukuran, atau varian barang.

Sebagai contoh:

TSH-BLK-M

Kode tersebut dapat diartikan sebagai:
  • TSH = T-Shirt
  • BLK = Warna Hitam
  • M = Ukuran Medium
Dengan adanya SKU, bisnis dapat menemukan produk dengan lebih cepat tanpa harus mencari secara manual berdasarkan nama produk yang sering kali panjang atau memiliki banyak variasi. Meski terlihat sederhana, SKU memiliki peran besar dalam:
  • Pengelolaan stok barang
  • Pemesanan produk
  • Pengiriman barang
  • Analisis penjualan
  • Stock opname
  • Laporan inventaris
Semakin banyak produk yang dimiliki sebuah bisnis, semakin penting penggunaan SKU yang terstruktur. Untuk pengelolaan inventaris yang lebih efektif, pahami juga manajemen stok barang dan bagaimana sistem pencatatan stok yang baik membantu mengurangi selisih inventaris. 

Apa Beda SKU dan Barcode? 

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap SKU dan barcode merupakan hal yang sama. Padahal keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Berikut ini aspek yang menjadi pembeda utamanya:

screenshot-2026-06-09-154432-2.webp

Contohnya, satu produk dapat memiliki:
  • Barcode: 8991234567890
  • SKU: MIE-AYPDS-80GR
Mudahnya, SKU berfungsi sebagai identitas internal perusahaan, sedangkan barcode digunakan untuk proses pemindaian produk.

Mengapa SKU Penting untuk Bisnis?

Sebelum membahas fungsi SKU lebih jauh, kamu harus tahu bahwa sistem inventaris modern hampir selalu menggunakan SKU sebagai dasar pengelolaan produk. Tanpa SKU terstruktur, bisnis akan lebih sulit melakukan pencatatan stok, analisis penjualan, maupun proses stock opname secara akurat.
  • Memudahkan identifikasi produk. SKU membantu tim gudang maupun kasir menemukan produk dengan lebih cepat. Hal ini sangat penting jika bisnis memiliki ratusan hingga ribuan variasi barang.
  • Membantu manajemen stok. SKU memungkinkan setiap pergerakan barang tercatat dengan lebih akurat. Pemilik usaha dapat mengetahui stok tersedia, stok minimum, maupun produk yang perlu segera dipesan ulang.
  • Mempermudah stock opname. Saat melakukan stock opname, SKU membantu proses pencocokan antara stok fisik dan data pada sistem. Akibatnya, proses perhitungan stok menjadi lebih cepat dan minim kesalahan.
  • Menganalisis produk terlaris. Data penjualan berdasarkan SKU memungkinkan bisnis mengetahui produk yang paling laku maupun produk yang kurang diminati. Informasi ini sangat berguna untuk strategi pembelian dan promosi.
  • Mengurangi risiko kehabisan stok. Dengan pemantauan SKU yang baik, bisnis dapat mengidentifikasi produk yang hampir habis sebelum berdampak pada kehilangan peluang penjualan.

Cara Membuat SKU yang Efektif

Tidak ada format SKU yang wajib digunakan. Namun, ada beberapa prinsip yang sebaiknya diterapkan agar SKU mudah dipahami dan digunakan oleh tim operasional.

1. Gunakan Struktur yang Konsisten

Buat format yang sama untuk seluruh produk.

Contoh:
  • KATEGORI-MEREK-VARIAN-UKURAN

2. Hindari SKU Terlalu Panjang

SKU yang terlalu panjang akan menyulitkan proses pencarian dan input data. Idealnya, SKU terdiri dari 6–15 karakter yang tetap mudah dibaca, terutama untuk tim internal dan bagian gudang.

3. Gunakan Kode yang Mudah Dipahami

Hindari kombinasi huruf dan angka yang tidak memiliki arti.

Contoh:
  • MIE-AYM-80GR
  • SAB-COK-330ML
lebih mudah dipahami dibanding:
  • XA2398BZ

4. Sesuaikan dengan Kategori Produk

Tidak kalah pentingnya, SKU tidak bisa dibuat secara asal, yang penting unik. Bukan begitu. Karena setiap kategori dapat memiliki pola SKU yang berbeda selama tetap konsisten.

Contoh SKU yang Sering Digunakan

screenshot-2026-06-09-154802-3.webp

Contoh SKU bisa beragam. Kalau kamu pakai aplikasi kasir digital, format bisa kamu sesuaikan. Misalnya, gambar di atas menunjukkan contoh SKU di Folio POS, aplikasi kasir rekomendasi untuk UMKM di sektor ritel, grosir, FnB, fashion, dan jasa seperti bengkel, salon, spa, maupun carwash. 

Tapi, kamu juga bisa mengacu pada beberapa contoh SKU berdasarkan jenis usaha di bawah ini: 

1. Contoh SKU Toko Pakaian

TSH-BLU-S
  • TSH = T-Shirt
  • BLU = Biru
  • S = Small

2. Contoh SKU Minimarket

MIE-AYM-80GR
  • MIE = Mi Instan
  • AYM = Ayam
  • 80GR = Berat Produk

3. Contoh SKU Toko Elektronik

TV-SMRT-43IN
  • TV = Televisi
  • SMRT = Smart TV
  • 43IN = Ukuran 43 Inch

4. Contoh SKU Restoran

BEEF-PRM-1KG
  • BEEF = Daging Sapi
  • PRM = Premium
  • 1KG = Berat Produk

5. Contoh SKU Toko Kosmetik

LIP-MAT-RD01
  • LIP = Lipstick
  • MAT = Matte
  • RD01 = Warna Merah

Hubungan SKU dengan Stock Opname dan Manajemen Inventaris

Dalam praktik operasional sehari-hari, SKU memiliki peran penting dalam proses stock opname. Ketika tim gudang menghitung stok fisik, SKU membantu memastikan setiap produk dihitung pada kategori yang tepat. 

Semakin rapi struktur SKU yang digunakan, maka semakin cepat proses pencocokan data inventaris. Pelajari juga cara melakukan stock opname di gudang agar data stok fisik dan sistem selalu sesuai.

Ingin Pengelolaan SKU dan Inventaris Lebih Mudah?

SKU adalah dasar penting dalam pengelolaan inventaris modern. Dengan sistem SKU yang terstruktur, bisnis dapat mengelola stok lebih akurat, mempercepat proses stock opname, mengurangi kesalahan pencatatan, serta memperoleh data penjualan yang lebih baik.

Namun, ketika jumlah produk mulai bertambah, pengelolaan SKU secara manual akan semakin sulit dilakukan. Karena itu, banyak bisnis menggunakan aplikasi kasir digital seperti Folio yang sudah terintegrasi dengan manajemen inventaris untuk membantu pencatatan SKU secara otomatis.

Folio punya fitur pengelolaan stok dan inventaris yang bisa membantu kamu: 
  • Mengelola SKU dan data produk dalam satu dashboard.
  • Memantau stok secara real-time.
  • Mempermudah proses stock opname.
  • Melihat laporan penjualan per SKU.
  • Mengatur pembelian dan pengelolaan inventaris lebih efisien.
Mau coba langsung fiturnya? Daftar gratis atau kontak tim support untuk informasi lebih lanjut seputar aplikasi kasir Folio!

FAQ

1. Apa itu SKU?

SKU (Stock Keeping Unit) adalah kode unik yang digunakan untuk mengidentifikasi setiap produk dalam sistem inventaris. SKU membantu bisnis mengelola stok, melacak penjualan, dan mempermudah proses pencarian barang.

2. Apa fungsi SKU dalam bisnis?

Fungsi SKU adalah membantu identifikasi produk, mempermudah pengelolaan stok, mendukung proses stock opname, memantau penjualan, dan mengurangi risiko kesalahan pencatatan inventaris.

3. Apakah SKU sama dengan barcode?

Tidak. SKU dan barcode memiliki fungsi yang berbeda. SKU merupakan kode internal yang dibuat oleh perusahaan untuk kebutuhan inventaris, sedangkan barcode adalah kode yang digunakan untuk proses pemindaian produk menggunakan scanner.

4. Apakah setiap produk harus memiliki SKU berbeda?

Ya. Setiap produk dan variannya sebaiknya memiliki SKU yang berbeda agar sistem inventaris dapat membedakan stok secara akurat.

5. Apa manfaat SKU untuk toko retail dan minimarket?

SKU membantu toko retail dan minimarket mengelola ribuan produk dengan lebih efisien, mempercepat proses pencatatan stok, memudahkan restock barang, serta mendukung analisis produk terlaris.
Whatsapp Sales Whatsapp Support 1 Whatsapp Support 2 Telephone Office