Connection timed out after 100 milliseconds Apa Itu Carrying Cost dalam Bisnis Ritel? Ini Penjelasannya!

Apa Itu Carrying Cost dalam Bisnis Ritel? Ini Penjelasannya!

13 Januari 2026
carrying-cost-adalah-pengertian-dan-cara-menghitungnya
Carrying cost adalah biaya yang dikeluarkan untuk menyimpan inventaris dalam jangka waktu tertentu. Biaya ini mencakup penyimpanan, asuransi, kerusakan barang, biaya modal, dan tenaga kerja. Menghitung carrying cost dengan tepat membantu bisnis ritel mengelola stok secara efisien dan meningkatkan profit. 

Carrying cost adalah biaya yang perlu menjadi pertimbangan oleh setiap pemilik bisnis, terutama yang bergerak dalam bisnis ritel. Secara sederhana, carrying cost adalah biaya yang dikeluarkan untuk menyimpan dan mengelola stok barang. Mungkin terdengar sepele, tapi biaya ini bisa berdampak besar pada profitabilitas bisnis, terutama bagi bisnis yang memerlukan inventaris besar. 

Sering kali, pelaku usaha hanya fokus pada penjualan dan pemasaran, tapi lupa dengan biaya penyimpanan yang secara langsung memengaruhi keuntungan bersih. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci apa itu carrying cost, manfaatnya bagi bisnis, komponen yang terlibat, dan bagaimana cara menghitung carrying cost. Baca sampai selesai, ya!

Apa Itu Carrying Cost?

Carrying cost adalah biaya yang dibayar oleh perusahaan untuk menyimpan persediaan barang. Biaya ini mencakup berbagai elemen yang diperlukan untuk menjaga barang tetap ada, terawat, dan siap dijual. 

Jadi, jika memiliki banyak stok barang di gudang atau tempat penyimpanan, kamu akan dikenakan biaya tambahan. Misalnya biaya sewa ruang simpan, asuransi, hingga biaya kerusakan barang.

Fungsi utama carrying cost adalah untuk memastikan produk tetap terjaga kualitasnya hingga siap untuk kamu pasarkan atau jual. Pada bisnis ritel, terutama yang memiliki stok besar seperti toko pakaian, bahan makanan, atau frozen food, mengelola carrying cost adalah bagian penting untuk menjaga agar bisnis tetap menguntungkan.

Manfaat Carrying Cost untuk Bisnis Ritel

Tahu apa saja manfaat carrying cost sangat penting, terutama untuk bisnis ritel yang punya banyak stok barang. Karena, mengelola biaya ini dengan baik bisa membantu meminimalkan kerugian dan mengoptimalkan keuntungan. Berikut beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan memahami apa itu carrying cost dengan baik.

1. Pengelolaan Inventaris Lebih Optimal

Melalui pemahaman carrying cost, kamu bisa mengelola stok barang lebih efisien. Ketika biaya penyimpanan barang terlalu tinggi, kamu bisa mulai mempertimbangkan porsi stok yang tepat untuk menghindari penumpukan yang tidak perlu. 

Selain itu, pengelolaan inventaris yang baik juga bantu meningkatkan cash flow. Ini karena kamu tidak perlu mengeluarkan biaya berlebihan untuk barang yang tidak terjual.

Jadi, carrying cost memungkinkan kamu untuk menyimpan barang yang memang kamu perlukan saja. Dengan begitu, penggunaan ruang simpan jadi lebih optimal dan bisnis bisa menurunkan pemborosan. 

2. Mengurangi Risiko Kerugian dan Pemborosan karena Stok Menumpuk

Barang dengan masa simpan lama berisiko mengalami rusak atau kedaluwarsa, terutama yang punya masa simpan terbatas, seperti frozen food atau kosmetik. Carrying cost bantu mengidentifikasi produk mana yang sudah terlalu lama disimpan dan perlu segera kamu jual atau promosikan untuk mengurangi risiko kerugian.

Dengan cara ini, kamu bisa meminimalkan kerugian karena stok menumpuk, sehingga keuntungan bisnis lebih terjaga.

3. Lebih Mudah dan Tepat Menentukan Harga

Biaya carrying cost memengaruhi penetapan harga produk. Jika biaya simpan terlalu tinggi, kamu perlu menyesuaikan harga jual produk untuk menutupi biaya itu. Sebaliknya, kalau biaya simpan rendah, kamu bisa menawarkan harga yang lebih kompetitif tanpa merugikan margin keuntungan.

4. Efisiensi Operasional Bisnis Meningkat

Carrying cost adalah komponen biaya yang membantu bisnis dalam menekan biaya operasional yang tidak perlu. Dengan mengurangi stok tidak laku, kamu bisa lebih fokus pada barang yang lebih laris dan meningkatkan keuntungan operasional.

Efisiensi dalam pengelolaan stok juga memungkinkan bisnis lebih responsif terhadap permintaan pasar. Kamu bisa cepat beradaptasi dengan perubahan tren atau kebutuhan pelanggan tanpa mengeluarkan biaya tinggi.

Komponen Carrying Cost

Carrying cost memiliki beberapa elemen yang berbeda. Semua komponen tersebut harus masuk perhitungan dalam bisnis ritel agar kamu bisa mengelola stok dan biaya dengan baik. Berikut adalah komponen carrying cost yang utama: 
  • Biaya Penyimpanan: Ini adalah pengeluaran untuk menyewa ruang gudang atau tempat penyimpanan.
  • Asuransi: Biaya untuk melindungi produk dari risiko kerusakan atau kehilangan.
  • Kerusakan atau Pembusukan: Risiko barang yang rusak atau kedaluwarsa selama masa simpan.
  • Biaya Modal: Pengeluaran yang terkait dengan modal yang terikat pada stok barang, seperti bunga pinjaman atau peluang investasi yang hilang.
  • Biaya Ketenagakerjaan: Gaji untuk staf yang bertanggung jawab atas pengelolaan stok dan distribusi barang.
  • Depresiasi: Penurunan nilai produk seiring waktu, terutama untuk barang-barang yang memiliki umur simpan terbatas.

Cara Menghitung Carrying Cost dan Contohnya

Menghitung carrying cost itu penting untuk memastikan bisnis berjalan efisien. Berikut rumus sederhana untuk menghitung carrying cost:
 
Carrying Cost = Biaya penyimpanan (%) = (Jumlah penyimpanan persediaan/Nilai total persediaan) x 100

Supaya bisa menghitungnya, kamu perlu tahu dulu berapa nilai penyimpanan persediaan. Nilai ini ditentukan dari semua biaya pengeluaran, seperti: 
 
Penyimpanan Persediaan = Modal Biaya Sewa Ruang Simpan Layanan Inventaris Risiko Inventaris

Agar lebih jelas, coba perhatikan contoh berikut ini. 

Misalnya, kamu mengelola bisnis ritel dan menyimpan stok yang tidak terjual pada gudang. Nilai keseluruhan inventarisnya adalah Rp200.000.000, sedangkan biaya penyimpanan persediaan jumlahnya adalah Rp50.000.000. Dari informasi tersebut, kamu bisa hitung carrying cost: 

Carrying Cost = (Jumlah penyimpanan persediaan/Nilai total persediaan) x 100%

= (Rp50.000.000 / Rp200.000.000) x 100%

= 25%

Dengan begitu, bisnismu mengeluarkan carrying cost sebesar 25% dari total nilai persediaan. 


Dalam hal penyimpanan, jangan lupa dengan risiko adanya biaya lain, yaitu extra carrying cost. Ini adalah biaya yang harus kamu keluarkan karena bahan baku yang datang lebih awal dari seharusnya, yang membuat kamu harus menyimpannya lebih lama. 

Kurangi Carrying Cost dengan Pengelolaan Bisnis yang Tepat

Dengan mengetahui apa itu carrying cost dan cara hitungnya, kamu bisa mengoptimalkan pengelolaan inventaris, mengurangi pemborosan, dan meningkatkan profit. Namun, untuk menjaga semua itu berjalan efisien, kamu perlu sistem manajemen yang baik.

Folio adalah aplikasi kasir yang bisa membantu mengelola operasional bisnis dengan mudah dan efisien. Khusus untuk bisnis ritel, Folio menawarkan fitur unggulan: 
  • Konversi satuan produk
  • Transfer stok antargudang atau toko
  • Pembelian produk ke supplier
  • Pantau stok opname
  • Cetak barcode
  • Pencatatan stok kedaluwarsa
Dan masih banyak lagi. Coba gratis Folio sekarang dan optimalkan pengelolaan bisnis dengan fitur lengkap yang memudahkan semua aspek operasional!
Whatsapp Sales Whatsapp Support 1 Whatsapp Support 2 Telephone Office