Connection timed out after 100 milliseconds
Pembukuan usaha tulis tangan adalah cara sederhana untuk membantu usaha kecil untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran secara teratur. Caranya mulai dari mencatat transaksi secara rutin, menyimpan bukti transaksi, menghitung saldo, hingga laba dan rugi. Dengan pembukuan yang rapi, pemilik usaha dapat memantau arus kas, menghitung laba rugi, dan mengambil keputusan bisnis berdasarkan data keuangan yang jelas.
Banyak usaha kecil berjalan setiap hari, tapi pemiliknya tidak benar-benar tahu kondisi keuangannya. Uang masuk ada, uang keluar juga terus jalan, tapi saat ditanya “untung atau rugi?” jawabannya sering masih kira-kira atau prediksi belaka. Inilah mengapa mengetahui cara membuat pembukuan keuangan itu penting.
Tanpa pembukuan usaha, kamu akan kesulitan melacak pemasukan dan pengeluaran usaha. Akibatnya, evaluasi bisnis jadi tidak akurat dan keputusan yang diambil pun berisiko salah arah. Padahal, cara membuat pembukuan untuk usaha kecil sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan, bahkan bisa dimulai dengan metode tulis tangan.
Seperti apa cara membuat pembukuan keuangan usaha kecil? Yuk, kita bahas lebih lanjut di artikel ini!
Pembukuan usaha itu tidak sebatas mencatat angka, tapi lebih untuk memahami kondisi bisnis secara nyata. Lalu, kenapa penting? Ini beberapa alasan utamanya:
Bagi usaha kecil, pembukuan sederhana sudah cukup selama dilakukan secara konsisten. Itulah sebabnya membuat pembukuan tulis tangan masih menjadi pilihan yang relevan, terutama untuk usaha yang baru berjalan.
Walaupun dilakukan secara manual, pembukuan tetap perlu ketelitian. Ada beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan agar pembukuan keuangan usaha tetap akurat:
Setiap transaksi, sekecil apa pun, sebaiknya langsung catat. Jangan menunggu sampai akhir minggu atau akhir bulan karena detail transaksi bisa terlupa, atau bahkan hilang.
Dengan pencatatan rutin, kamu tidak perlu menebak-nebak ke mana uang usaha pergi. Saat keuangan terasa tidak seimbang, pembukuan bisa langsung membantu menemukan penyebabnya, sehingga kamu bisa segera mencari solusinya.
Selain mencatat, simpan juga semua bukti transaksi seperti struk, nota, dan kwitansi. Bukti ini berguna untuk:
Agar tidak tercecer, gunakan map atau folder khusus untuk menyimpan bukti transaksi berdasarkan tanggal atau jenis transaksi.
Di akhir bulan, kumpulkan seluruh catatan harian untuk dirangkum menjadi pembukuan bulanan. Dari rekap ini, kamu bisa lihat kondisi keuangan usaha secara lebih menyeluruh dan membandingkannya dengan bulan sebelumnya.
Kamu pengusaha baru yang menjalankan bisnis kecil-kecilan? Supaya bisnismu nggak berantakan, ini cara buat pembukuan yang sederhana dan mudah yang bisa kamu coba:
Langkah awal dalam membuat pembukuan adalah menyiapkan perlengkapan dasar, yaitu:
Saat membuat pembukuan secara manual, sebaiknya gunakan satu buku khusus agar catatan keuangan tidak bercampur dengan catatan lain.
Format pembukuan tidak perlu rumit. Cukup gunakan kolom berikut:
Format ini sudah cukup untuk membantu kamu membaca sekaligus menganalisis kondisi keuangan usaha.
Masukkan setiap transaksi berdasarkan bukti yang sudah dikumpulkan. Pisahkan antara pemasukan dan pengeluaran. Jangan sampai lupa, pemasukan tidak hanya berasal dari penjualan, tetapi juga bisa dari:
Contoh pencatatan:
Gunakan keterangan yang jelas agar catatan mudah dipahami di kemudian hari.
Saldo harian bantu kamu mengetahui posisi keuangan setiap hari. Cara menghitungnya cukup sederhana:
Saldo = Total pemasukan – Total pengeluaran
Misalnya, pemasukan hari ini Rp500.000 dan pengeluaran Rp200.000, maka saldo harian adalah Rp300.000.
Kunci dari cara membuat pembukuan tulis tangan adalah konsistensi. Biasakan mencatat transaksi di hari yang sama agar tidak ada transaksi kecil yang terlewat. Kalau menunda, bukan tidak mungkin kamu akan lupa, sehingga detail transaksi pada hari itu justru tidak masuk ke pencatatan.
Di akhir periode, biasanya sebulan sekali, lakukan perhitungan laba rugi:
Jika hasilnya positif, usaha menghasilkan laba. Jika negatif, berarti usaha mengalami kerugian.
Contoh:
Laba bersih: Rp5.000.000
Dari data ini, kamu bisa mengevaluasi pengeluaran, menekan biaya yang tidak perlu, atau merencanakan pengembangan usaha.
Pembukuan tulis tangan adalah langkah awal yang realistis dan efektif untuk usaha kecil. Dengan memahami cara membuat pembukuan tulis tangan dan menerapkannya secara rutin, kamu bisa lebih mudah memantau arus kas dan mengetahui kondisi keuangan bisnis yang sebenarnya.
Namun, seiring usaha berkembang, pencatatan manual mulai terasa kurang praktis dan lebih rentan terjadi kesalahan. Di tahap ini, menggunakan aplikasi atau software penjualan bisa menjadi solusi yang lebih efisien.
Dengan bantuan aplikasi, pencatatan transaksi dan laporan pembukuan dapat dilakukan secara otomatis, lebih rapi, dan mudah dipahami. Kamu tidak hanya menghemat waktu, tapi juga mendapatkan data keuangan yang lebih lengkap dan akurat untuk bahan evaluasi usaha.
Kalau ingin memahami lebih jauh jenis laporan penjualan apa saja yang bisa membantu mengelola usaha dengan lebih baik, cari tahu lebih lengkap di artikel: 9 Jenis Laporan Penjualan Foliopos yang Bantu Kelola Usaha Jadi Optimal