Connection timed out after 100 milliseconds Simpel, Begini Cara Membuat Pembukuan Tulis Tangan untuk Usaha Kecil

Simpel, Begini Cara Membuat Pembukuan Tulis Tangan untuk Usaha Kecil

22 Januari 2026
cara-membuat-pembukuan-tulis-tangan-bagi-usaha-kecil

Pembukuan usaha tulis tangan adalah cara sederhana untuk membantu usaha kecil untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran secara teratur. Caranya mulai dari mencatat transaksi secara rutin, menyimpan bukti transaksi, menghitung saldo, hingga laba dan rugi. Dengan pembukuan yang rapi, pemilik usaha dapat memantau arus kas, menghitung laba rugi, dan mengambil keputusan bisnis berdasarkan data keuangan yang jelas.

Banyak usaha kecil berjalan setiap hari, tapi pemiliknya tidak benar-benar tahu kondisi keuangannya. Uang masuk ada, uang keluar juga terus jalan, tapi saat ditanya “untung atau rugi?” jawabannya sering masih kira-kira atau prediksi belaka. Inilah mengapa mengetahui cara membuat pembukuan keuangan itu penting.

Tanpa pembukuan usaha, kamu akan kesulitan melacak pemasukan dan pengeluaran usaha. Akibatnya, evaluasi bisnis jadi tidak akurat dan keputusan yang diambil pun berisiko salah arah. Padahal, cara membuat pembukuan untuk usaha kecil sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan, bahkan bisa dimulai dengan metode tulis tangan. 

Seperti apa cara membuat pembukuan keuangan usaha kecil? Yuk, kita bahas lebih lanjut di artikel ini!

Kenapa Bisnis Kecil Tetap Perlu Pembukuan Usaha?

Pembukuan usaha itu tidak sebatas mencatat angka, tapi lebih untuk memahami kondisi bisnis secara nyata. Lalu, kenapa penting? Ini beberapa alasan utamanya: 

  • Mengetahui ke mana uang usaha digunakan
  • Memisahkan uang pribadi dan uang bisnis
  • Mengontrol pengeluaran agar tidak berlebihan
  • Menilai perkembangan usaha dari waktu ke waktu

Bagi usaha kecil, pembukuan sederhana sudah cukup selama dilakukan secara konsisten. Itulah sebabnya membuat pembukuan tulis tangan masih menjadi pilihan yang relevan, terutama untuk usaha yang baru berjalan.

Hal Penting dalam Pembukuan Keuangan Usaha Tulis Tangan

Walaupun dilakukan secara manual, pembukuan tetap perlu ketelitian. Ada beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan agar pembukuan keuangan usaha tetap akurat:

1. Catat Transaksi Secara Rutin

Setiap transaksi, sekecil apa pun, sebaiknya langsung catat. Jangan menunggu sampai akhir minggu atau akhir bulan karena detail transaksi bisa terlupa, atau bahkan hilang. 

Dengan pencatatan rutin, kamu tidak perlu menebak-nebak ke mana uang usaha pergi. Saat keuangan terasa tidak seimbang, pembukuan bisa langsung membantu menemukan penyebabnya, sehingga kamu bisa segera mencari solusinya. 

2. Simpan Bukti Transaksi

Selain mencatat, simpan juga semua bukti transaksi seperti struk, nota, dan kwitansi. Bukti ini berguna untuk:

  • Mengecek kembali catatan keuangan
  • Menghindari kesalahan pencatatan
  • Membantu saat pelaporan pajak

Agar tidak tercecer, gunakan map atau folder khusus untuk menyimpan bukti transaksi berdasarkan tanggal atau jenis transaksi.

3. Buat Rekap di Akhir Bulan

Di akhir bulan, kumpulkan seluruh catatan harian untuk dirangkum menjadi pembukuan bulanan. Dari rekap ini, kamu bisa lihat kondisi keuangan usaha secara lebih menyeluruh dan membandingkannya dengan bulan sebelumnya.

Cara Membuat Pembukuan Tulis Tangan

Kamu pengusaha baru yang menjalankan bisnis kecil-kecilan? Supaya bisnismu nggak berantakan, ini cara buat pembukuan yang sederhana dan mudah yang bisa kamu coba: 

1. Siapkan Alat dan Buku Catatan

Langkah awal dalam membuat pembukuan adalah menyiapkan perlengkapan dasar, yaitu: 

  • Buku catatan khusus pembukuan
  • Pulpen atau pensil
  • Penggaris untuk membuat tabel agar rapi

Saat membuat pembukuan secara manual, sebaiknya gunakan satu buku khusus agar catatan keuangan tidak bercampur dengan catatan lain.

2. Buat Format Pembukuan yang Sederhana

Format pembukuan tidak perlu rumit. Cukup gunakan kolom berikut:

  • Tanggal transaksi
  • Keterangan
  • Pemasukan
  • Pengeluaran
  • Saldo

Format ini sudah cukup untuk membantu kamu membaca sekaligus menganalisis kondisi keuangan usaha.

3. Catat Semua Transaksi

Masukkan setiap transaksi berdasarkan bukti yang sudah dikumpulkan. Pisahkan antara pemasukan dan pengeluaran. Jangan sampai lupa, pemasukan tidak hanya berasal dari penjualan, tetapi juga bisa dari:

  • Pembayaran piutang pelanggan
  • Tambahan modal usaha

Contoh pencatatan:

  • Pemasukan: Pembayaran piutang pelanggan B – Rp500.000
  • Pengeluaran: Pembelian bahan baku produksi – Rp200.000

Gunakan keterangan yang jelas agar catatan mudah dipahami di kemudian hari.

4. Hitung Saldo Harian

Saldo harian bantu kamu mengetahui posisi keuangan setiap hari. Cara menghitungnya cukup sederhana:

Saldo = Total pemasukan – Total pengeluaran

Misalnya, pemasukan hari ini Rp500.000 dan pengeluaran Rp200.000, maka saldo harian adalah Rp300.000.

5. Biasakan Mencatat Setiap Hari

Kunci dari cara membuat pembukuan tulis tangan adalah konsistensi. Biasakan mencatat transaksi di hari yang sama agar tidak ada transaksi kecil yang terlewat. Kalau menunda, bukan tidak mungkin kamu akan lupa, sehingga detail transaksi pada hari itu justru tidak masuk ke pencatatan. 

6. Hitung Laba dan Rugi

Di akhir periode, biasanya sebulan sekali, lakukan perhitungan laba rugi:

  • Total pemasukan dikurangi total pengeluaran

Jika hasilnya positif, usaha menghasilkan laba. Jika negatif, berarti usaha mengalami kerugian.

Contoh:

  • Total pemasukan bulanan: Rp20.000.000
  • Total pengeluaran bulanan: Rp15.000.000

Laba bersih: Rp5.000.000

Dari data ini, kamu bisa mengevaluasi pengeluaran, menekan biaya yang tidak perlu, atau merencanakan pengembangan usaha.

Pencatatan Lebih Praktis Pakai Folio!

Pembukuan tulis tangan adalah langkah awal yang realistis dan efektif untuk usaha kecil. Dengan memahami cara membuat pembukuan tulis tangan dan menerapkannya secara rutin, kamu bisa lebih mudah memantau arus kas dan mengetahui kondisi keuangan bisnis yang sebenarnya.

Namun, seiring usaha berkembang, pencatatan manual mulai terasa kurang praktis dan lebih rentan terjadi kesalahan. Di tahap ini, menggunakan aplikasi atau software penjualan bisa menjadi solusi yang lebih efisien.

Dengan bantuan aplikasi, pencatatan transaksi dan laporan pembukuan dapat dilakukan secara otomatis, lebih rapi, dan mudah dipahami. Kamu tidak hanya menghemat waktu, tapi juga mendapatkan data keuangan yang lebih lengkap dan akurat untuk bahan evaluasi usaha.

Kalau ingin memahami lebih jauh jenis laporan penjualan apa saja yang bisa membantu mengelola usaha dengan lebih baik, cari tahu lebih lengkap di artikel: 9 Jenis Laporan Penjualan Foliopos yang Bantu Kelola Usaha Jadi Optimal

Whatsapp Sales Whatsapp Support 1 Whatsapp Support 2 Telephone Office