Food court adalah area makan yang menampung banyak penjual makanan dalam satu lokasi dengan area duduk bersama. Dibandingkan dengan restoran, food court menawarkan variasi menu lebih beragam, sistem layanan lebih fleksibel, dan cocok untuk kebutuhan makan praktis di area publik.
Saat mencari tempat makan, banyak orang masih menganggap food court adalah tempat yang sama dengan restoran. Memang benar, keduanya sama-sama menyediakan makanan dan tempat untuk makan, tapi cara kerjanya berbeda.
Di tengah gaya hidup yang serba cepat, food court adalah solusi yang banyak dipilih oleh masyarakat. Dalam satu lokasi, kamu bisa menemukan beragam pilihan makanan tanpa perlu berpindah tempat.
Nggak heran jika konsep ini mudah ditemui di mal, bandara, stasiun, hingga area publik lainnya. Namun, pengertian food court tidak berhenti pada “tempat makan ramai-ramai”. Ada konsep operasional dan karakteristik khusus yang membuatnya beda dari restoran. Untuk memahami itu semua, kita harus membahasnya dari dasar.
Apa Itu Food Court?
Secara sederhana, food court adalah area makan yang berisi banyak gerai makanan dan minuman dalam satu tempat, dengan area duduk yang digunakan bersama oleh seluruh pengunjung. Setiap gerai biasanya dikelola oleh penjual yang berbeda dan menawarkan menu masing-masing.
Di Indonesia, food court juga sering disebut sebagai pujasera. Lokasinya sangat beragam, mulai dari pusat belanja, kampus, gedung perkantoran, hingga fasilitas transportasi umum. Adanya food court bantu masyarakat makan lebih mudah tanpa harus keluar dari area aktivitas yang utama.
Kalau dilihat dari konsepnya, pengertian food court menekankan pada sistem kolektif. Jadi, pengunjung bisa memilih sendiri makanan dan minuman dari tenant yang tersedia, lalu menyantapnya di satu area yang sama.
Bahkan, dalam satu meja, setiap orang bukan tidak mungkin menikmati menu berbeda. Ini yang jadi ciri utama food court: fleksibilitas.
Jenis Food Court yang Umum Ditemui
Seiring dengan semakin berkembangnya dunia kuliner, food court tidak lagi hadir dalam satu bentuk saja. Sekarang ini, ada beberapa jenis food court dengan konsep berbeda, di antaranya:
Food Court Cepat Saji
Food court cepat saji mengutamakan kecepatan dan efisiensi. Pengunjung pesan langsung di masing-masing gerai, lalu ambil makanan sendiri. Proses penyajian dibuat singkat agar tidak terjadi antrean panjang.
Jenis ini banyak ditemui di kampus, perkantoran, dan stasiun. Cocok untuk orang yang ingin makan praktis di sela aktivitas. Dalam konsep ini, food court adalah tempat yang mendukung mobilitas tinggi tanpa membatasi pilihan menu.
Food Court dengan Pelayanan Meja
Tidak sama dengan konsep cepat saji, food court dengan pelayanan meja menawarkan pengalaman yang lebih santai. Pengunjung cukup duduk, lalu pelayan mencatat pesanan dari berbagai tenant. Makanan lalu diantar langsung ke meja. Konsep ini banyak ditemui di pusat perbelanjaan besar atau area premium.
Urban Food Court
Urban food court adalah versi modern dari food court tradisional. Desainnya dibuat lebih estetik, nyaman, dan kebanyakan Instagramable. Tempat ini nggak hanya berfungsi untuk bersantap, tapi juga bersantai atau bekerja. untuk berkumpul atau bekerja santai. Menu yang ditawarkan biasanya mengikuti tren kuliner terkini.
Apa Bedanya Food Court dan Restoran?
Meski sama-sama tempat makan, ternyata food court dan restoran itu beda. Biar lebih jelas, ini perbedaan yang perlu kamu pahami:
1. Sistem Tempat Duduk
Restoran punya area duduk eksklusif dan hanya boleh ditempati oleh pelanggan yang bersantap di restoran tersebut. Sementara itu, food court menerapkan sistem tempat duduk bersama. Siapa saja boleh duduk setelah membeli makanan maupun minuman dari tenant yang tersedia.
2. Variasi Menu
Perbedaan food court dan restoran berikutnya adalah variasi menu. Restoran biasanya berfokus pada satu menu atau spesialisasi khusus untuk menonjolkan branding. Tapi, tidak untuk food court.
Pujasera justru lebih unggul dari variasi menu. Karena, di satu area, pengunjung bisa menemukan banyak macam makanan dan minuman, mulai dari camilan hingga sajian yang lebih berat. Kalau kamu sedang bersantap bersama orang terdekat yang punya selera berbeda, food court tentu lebih cocok.
3. Lokasi dan Atmosfer
Restoran bisa berdiri di berbagai lokasi dengan suasana yang lebih tenang dan terkonsep. Cocok untuk makan santai atau pertemuan. Di sisi lain, food court biasanya ada pada area yang punya aktivitas tinggi, seperti bandara atau mal dengan suasana ramai.
Punya Bisnis Kuliner? Kelola Pakai Folio, Yuk!
Baik mengelola tenant food court maupun restoran, mengelola stok, bahan baku, sampai pelanggan bisa jadi tantangan tersendiri. Kalau nggak punya sistem yang rapi, salah catat akan sering terjadi.
Dampaknya? Nggak cuma data stok yang nggak akurat, tapi juga operasional bisnis yang berantakan, keuntungan, serta keberlangsungan bisnis jangka panjang. Nah, masalah operasional bisnis kuliner, percayakan pada aplikasi kasir Folio.
Kenapa? Folio bisa bantu bisnis lebih efisien dengan fitur ini:
- Buat produk varian
- Paket produk
- Tombol shortcut tanpa harus ketik menu manual
- Catatan pembayaran lengkap
- Laporan penjualan
- Atur promo dan diskon
Kalau kamu ingin bisnis kuliner lebih praktis dan profesional,
daftar dan coba gratis Folio sekarang!