Cara membuka usaha kuliner di food court yang sukses berfokus pada efisiensi dan kecepatan. Strategi bisnis kuliner di foodcourt yang utama meliputi riset trafik lokasi, penyederhanaan menu (penyajian <10 menit), dan pengawasan stok. Gunakan tips membuka bisnis kuliner di foodcourt dengan mengadopsi aplikasi kasir seperti Folio untuk otomatisasi laporan penjualan dan mencegah kebocoran stok secara real-time.
Siapa yang nggak tergoda kalau lewat food court di pusat belanja? Aroma ayam goreng yang gurih beradu dengan wangi kopi, ditambah kerumunan orang yang lapar, rasanya profit bisa didapat kapan saja. Tapi pertanyaannya, apakah semudah itu tinggal sewa lapak lalu pembeli datang sendiri?
Tentu nggak sesederhana itu! Membuka usaha di area makan bersama punya tantangan tersendiri. Kamu nggak cuma jualan rasa, tapi juga kecepatan dan strategi visual. Yuk, kita bedah tuntas cara membuka usaha kuliner di food court biar bisnis kamu nggak cuma numpang lewat.
Panduan Membuka Bisnis Kuliner di Foodcourt bagi Pemula
Sebelum memutuskan untuk menandatangani kontrak sewa, ada baiknya kamu memahami bahwa ekosistem di food court sangat berbeda dengan restoran stand-alone. Di sini, kamu berbagi panggung dengan kompetitor sebelah kiri dan kanan.
Agar tidak sekadar jadi pelengkap, kamu memerlukan persiapan matang mulai dari teknis operasional hingga strategi pemasaran yang jitu seperti berikut ini:
1. Riset Lokasi: Jangan Cuma Pilih yang Murah
Langkah awal dalam strategi bisnis kuliner di foodcourt adalah riset lokasi. Ingat, setiap food court punya "identitas" masing-masing. Food court di dalam mal elit tentu beda target pasarnya dengan food court di area perkantoran atau kampus.
Cek kapan jam sibuknya (peak hours). Kalau di area perkantoran, jam makan siang adalah waktu tempurnya. Kalau di pusat belanja atau mal, akhir pekan adalah ladang cuannya. Pastikan pelanggan benar-benar melewati calon booth kamu.
2. Konsep Menu yang "Sat-Set"
Pembeli di food court tentu adalah orang yang lapar dan nggak mau nunggu lama. Tips membuka bisnis kuliner di foodcourt yang paling penting yaitu: buat menu yang praktis. Hindari menu yang proses masaknya butuh waktu 30 menit. Orang bakal kabur!
Nggak cuma itu, pilih menu yang bahan bakunya bisa disiapkan lebih awal (prep-work). Bukan tanpa alasan, saat pesanan datang, kamu tinggal melakukan finishing dalam waktu kurang dari 10 menit.
3. Visual adalah Kunci!
Di food court, kamu bersaing dengan puluhan tenant lain secara berdampingan. Lalu, bagaimana caranya supaya tenant milikmu yang menonjol? Begini triknya:
- Foto menu: Pastikan foto menu di papan atas booth terlihat sangat menggoda.
- Lighting: Gunakan lampu yang terang agar makanan terlihat segar.
- Seragam staf: Karyawan yang rapi dan ramah memberi kesan higienis yang tinggi.
4. Menghitung Skema Sewa dan Profit
Satu hal yang sering bikin kaget pemain bisnis baru dalam cara membuka usaha kuliner di foodcourt adalah sistem bagi hasil atau sewa tetap. Beberapa pengelola menggunakan sistem revenue sharing (bagi hasil sekitar 15-25%). Kamu harus jeli menghitung harga jual agar tetap dapat untung setelah dipotong biaya ini.
5. Kecepatan Transaksi dan Manajemen Stok
Pernah lihat antrean panjang yang bikin orang malas mengantre? Itu adalah musuh utama. Di sinilah kamu butuh sistem yang canggih. Kamu harus tahu persis stok apa yang menipis dan berapa banyak porsi yang terjual hari ini secara real-time.
Kecepatan kasir dalam memproses pembayaran sangat menentukan apakah pelanggan jadi membeli atau pindah ke lapak sebelah.
6. Strategi Pemasaran di Area Terbatas
Jangan cuma diam di balik meja kasir! Kamu bisa melakukan strategi jemput bola untuk meningkatkan strategi bisnis kuliner di foodcourt milikmu:
- Berikan sampel gratis kecil (tester) di depan booth.
- Buat promo "Menu Combo" untuk jam-jam sepi (jam 3-5 sore).
- Manfaatkan media sosial dengan menandai lokasi food court tersebut agar muncul di pencarian lokal.
7. Kelola Operasional Bebas Ribet
Banyak pemilik usaha gagal karena urusan administratif yang berantakan. Uang kas sering selisih, stok bahan baku nggak akurat, atau laporan penjualan yang dicatat manual dan melelahkan.
Apalagi di food court yang transaksinya sangat cepat, kamu butuh alat yang mumpuni agar kamu bisa fokus pada pengembangan menu, bukan cuma pusing di belakang meja. Salah satu solusinya adalah pakai aplikasi kasir.
Bisnis Kuliner Lebih Praktis dengan Folio!
Lelah dengan laporan penjualan manual yang sering salah? Atau pusing memantau stok bahan baku saat kamu lagi nggak di lokasi? Aplikasi Kasir Folio bisa menjadi solusi tepat untuk pengusaha kuliner.
Dengan fitur manajemen stok, laporan penjualan otomatis, hingga paket produk dan tombol cepat tanpa harus ketik menu manual, Folio memastikan operasional bisnis kamu berjalan mulus dan efisien. Penasaran dengan aplikasi kasir Folio? Yuk,
coba gratis fiturnya sekarang!